Misteri Anehnya Meteran SPBU di Condet

Kompas.com - 28/03/2018, 09:54 WIB
Pengecekan SPBU di Condet yang diduga melakukan kecurangan, Senin (26/3/2018) NuritoPengecekan SPBU di Condet yang diduga melakukan kecurangan, Senin (26/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — Video dugaan kecurangan SPBU 34-13501 di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, yang beredar di media sosial menyita perhatian publik.

Dugaan kecurangan itu menimpa seorang pemilik mobil Nissan Serena bernomor polisi B 2224 SEB saat mengisi bahan bakar di SPBU itu pada 21 Maret 2018. Dengan kapasitas tangki standar Serena yang hanya 60 liter, ketika diisi BBM jenis Pertalite oleh petugas SPBU, jumlahnya mencapai 78,1 liter. Sekitar 18,1 liter BBM melebihi kapasitas tangki. Itu dengan pengandaian tangki mobil itu sama sekali kosong.

Kondisi itu menggundang banyak tanda tanya. Dugaan SPBU tersebut melakukan praktik kecurangan pun muncul.

Namun, tuduhan tersebut dibantah pengelola SPBU. Pihak SPBU langsung melalukan uji tera bersama pemilik mobil. Hasilnya negatif, tanpa ada indikasi kecurangan.

"Saat kejadian, sama-sama kami cek sesuai SOP dengan uji tera, hasilnya bagus, tidak ada kecurangan. Pemilik mobil pun menerima hasil itu," kata Arifin, pengawas SPBU itu, kepada wartawan, beberapa hari lalu.

Baca juga: Soal Serena Diisi Pertalite 78,1 Liter, Petugas Tak Temukan Kecurangan SPBU Condet

Arifin juga mengatakan, setelah kejadian, pihaknya langsung menyelesaikan masalah tersebut dengan pelanggan. Si pemilik mobil hanya membayar BBM untuk 55 liter.

"Pemiliknya waktu datang ke kantor dengan alasan tangkinya hanya 60 liter, kenapa bisa isinya lebih. Kami selesaikan masalah ini dengan diskon 25 liter, jadi dia hanya bayar 55 liter," katanya.

Seusai peristiwa tersebut, Pertamina datang dan melakukan pengujian kembali. Hasil yang didapat sama, tidak ada masalah, baik dari takaran maupun mesin dispenser Pertalite tempat Serena tersebut mengisi BBM.

Senin lalu, petugas Unit Pengelola Kemetrologian Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) DKI juga menguji kembali SPBU itu. Hasil tetap sama.

"Seusai pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kecurangan. Padahal, kami lakukan sampai tiga kali pengambilan BBM dimasukkan ke bejana 100 liter. Hasilnya masih dalam batas toleransi," kata Kepala Unit Pengelola Kemetrologian KUKMP DKI Johan Taruna Jaya di Condet, Senin lalu.

Pihak pengelola menyayangkan viralnya video tersebut karena hal itu membuat SPBU tersebut tidak bisa menjual Pertalite selama beberapa hari dan mengalami kerugian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X