Keterlambatan Pengiriman "Rolling Stock" Tak Pengaruhi Operasional MRT Jakarta

Kompas.com - 28/03/2018, 18:33 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (ketiga kanan) meninjau proyek MRT di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (7/3/2018). Presiden menyatakan pembangunan sarana angkutan cepat tersebut dapat difungsikan secara komersial pada Maret 2019. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (ketiga kanan) meninjau proyek MRT di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (7/3/2018). Presiden menyatakan pembangunan sarana angkutan cepat tersebut dapat difungsikan secara komersial pada Maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sahbandar memastikan keterlambatan pengiriman rolling stock MRT tidak mengganggu jadwal uji coba dan operasional pada Maret 2019.

"Kalau sesuai timeline, rangkaian trainset 1-2 itu seharusnya tiba dari Jepang minggu terakhir Maret ini, tetapi harus tertunda sampai minggu pertama April karena cuaca di laut sedang tidak bagus," kata William kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Sementara itu, rangkaian rolling stock lainnya, rangkaian 3-16 akan kembali mulai dikirim pada Juni 2018.

Baca juga: Setahun Jelang Operasi, Konstruksi MRT Jakarta Capai 92,5 Persen

William menambahkan, 16 rangkaian rolling stock yang dipesan PT MRT Jakarta tidak bisa dikirim secara bersamaan lantaran kapasitas kapal tidak memadai untuk itu.

"Juni sampai November itu bertahap nanti dikirimkan lagi yang 3-16. Pokoknya nanti November sudah tidak ada lagi pengiriman rolling stock," ujarnya. 

Rangkaian kereta MRT Jakarta bakal tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah tiba di sana, dua rangkaian kereta itu akan langsung diangkut ke Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Kereta MRT yang Didatangkan dari Jepang dalam Kondisi Siap Digunakan

Proses pengangkutan kereta disebut akan menghabiskan waktu sekitar tiga hari.

PT MRT Jakarta memesan 16 rangkaian kereta dari Jepang untuk dioperasikan pada trayek MRT Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI.

Untuk rangkaian kereta 3-10 saat ini masih dalam tahap perakitan.

Baca juga: Sandiaga Tambah Posisi Baru di Direksi PT MRT Jakarta

Adapun untuk rangkaian kereta 11-12 masih dalam tahap persiapan suku cadang.

Sementara rangkaian kereta 13-16 belum dimulai pekerjaannya. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam buah kereta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Megapolitan
Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Megapolitan
Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Megapolitan
30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Megapolitan
Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Megapolitan
Bank DKI Serahkan 1 Mobil Khusus untuk Dukungan Kegiatan Donasi Darah ke PMI DKI

Bank DKI Serahkan 1 Mobil Khusus untuk Dukungan Kegiatan Donasi Darah ke PMI DKI

Megapolitan
[Update 21 Januari]: Jakarta Catat 3.151 Kasus Baru Covid-19

[Update 21 Januari]: Jakarta Catat 3.151 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

Megapolitan
Jasa Raharja Telah Beri Santunan ke 39 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Jasa Raharja Telah Beri Santunan ke 39 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Anggota DPRD Pertanyakan Letak Lahan Makam yang Dibeli Pemprov DKI Seharga Rp 185 M

Anggota DPRD Pertanyakan Letak Lahan Makam yang Dibeli Pemprov DKI Seharga Rp 185 M

Megapolitan
Baru Dibuka 8 Hari, Sisa Liang di TPU Srengseng Sawah Diprediksi Habis Besok

Baru Dibuka 8 Hari, Sisa Liang di TPU Srengseng Sawah Diprediksi Habis Besok

Megapolitan
Polisi Diminta Usut Penarikan Paksa Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas

Polisi Diminta Usut Penarikan Paksa Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas

Megapolitan
50 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga di Perairan Pulau Lancang, Besok

50 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga di Perairan Pulau Lancang, Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X