Helmi, Penembak Dokter Lety, Didakwa Pembunuhan Berencana dan Kepemilikan Senpi

Kompas.com - 29/03/2018, 16:28 WIB
Tersangka pembunuhan dokter Letty, dokter Ryan Helmi saat menghadiri sidang perdana di PN Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOTersangka pembunuhan dokter Letty, dokter Ryan Helmi saat menghadiri sidang perdana di PN Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Ryan Helmi (42), terdakwa pembunuhan istrinya, dokter Lety Sultri, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018).

Dalam sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Helmi dengan pasal berlapis atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap Lety. 

"Pada dasarnya, terdakwa dituntut dakwaan jaksa penuntut umum menggunakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Pasal 338, dan Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki dan menggunakan senjata api tanpa izin," kata Hakim Ketua Puji Harian mengutip dakwaan JPU.

Baca juga: Keluarga Dokter Lety Ingin Helmi Dihukum Mati

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Helmi memasuki ruang sidang bersamaan dengan majelis hakim pada pukul 14.00 dengan menggunakan kemeja putih dan celana hitam.

Wajahnya ditutup masker dan berjalan memasuki ruang sidang sembari menunduk.

Kedatangan Helmi itu langsung disambut teriakan anggota keluarga dokter Lety.

Baca juga: Pengacara Dokter Lety: Informasinya, Helmi Belajar Menembak Dulu Sebelum Eksekusi Istrinya

Menanggapi dakwaan ini, tim kuasa hukum Helmi akan mengajukan eksepsi pada agenda sidang berikutnya, Kamis (5/4/2018).

"Kami akan ajukan eksepsi minggu depan terkait dakwaan jaksa tadi," kata Kuasa Hukum Helmi, Rihat Manulang.

Dokter Lety ditembak Helmi, suaminya, di klinik Azzahra, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017) pukul 14.00. 

Helmi kesal lantaran tidak ingin diceraikan Lety.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat UNJ

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat UNJ

Megapolitan
Pemutaran Film di Bioskop Diizinkan tetapi Penonton Harus Selalu Gunakan Masker

Pemutaran Film di Bioskop Diizinkan tetapi Penonton Harus Selalu Gunakan Masker

Megapolitan
Cegah Kongko-kongko, Live Music di Kafe Dilarang Beroperasi Selama PSBB Transisi

Cegah Kongko-kongko, Live Music di Kafe Dilarang Beroperasi Selama PSBB Transisi

Megapolitan
Kronologi Munculnya Klaster Covid-19 di Ponpes Kota Tangerang, Berawal Pengajar Pulang Mudik

Kronologi Munculnya Klaster Covid-19 di Ponpes Kota Tangerang, Berawal Pengajar Pulang Mudik

Megapolitan
Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Megapolitan
Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Megapolitan
Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Megapolitan
MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

Megapolitan
Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Megapolitan
Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Megapolitan
Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Megapolitan
Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Megapolitan
UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Megapolitan
Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X