Terdakwa Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu Mengaku Butuh Uang untuk Operasi Orangtua

Kompas.com - 29/03/2018, 18:08 WIB
Seorang terdakwa penyelundup satu ton sabu-sabu asal Taiwan, Juang Jin Sheng, membacakan surat yang ditulisnya sebagai pembelaan atas tuntutan mati dari jaksa penuntut umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018) sore. KOMPAS.com/NURSITA SARISeorang terdakwa penyelundup satu ton sabu-sabu asal Taiwan, Juang Jin Sheng, membacakan surat yang ditulisnya sebagai pembelaan atas tuntutan mati dari jaksa penuntut umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018) sore.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang terdakwa penyelundup 1 ton sabu-sabu asal Taiwan, Juang Jin Sheng, menulis surat sebagai pembelaannya atas tuntutan jaksa penuntut umum.

Ia kemudian membacakan surat bertulisan mandarin itu dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2018) sore.

Pada awal suratnya, Jin Sheng menyampaikan bahwa ia telah menjadi pengangguran sejak pabrik perkapalan tempatnya bekerja bangkrut. Sementara itu, kedua orangtuanya sakit parah.

"Ibu Ayah saya sakit, butuh operasi, terutama ayah menderita kanker. Saya dan abang saya sama-sama berjanji akan menanggung biaya operasi," ujar Jin Sheng sebagaimana diterjemahkan penerjemah.

Baca juga : BNN Sita 32 Kg Sabu-sabu dan 30 Ribu Ekstasi Asal Malaysia

Kata Jin Sheng, dia dan kakaknya telah berupaya meminjam uang kepada teman-teman mereka.

Saat itu, teman lamanya menawari pekerjaan menjadi anak buah kapal. Jin Sheng langsung menerima tawaran itu.

Pekerjaan itulah yang kemudian membawanya menjadi terdakwa penyelundup satu ton sabu-sabu.

"Karena saya ingin segera bayar operasi (orangtua), saya menyanggupi dan kerja di kapal. Memang salah saya sendiri enggak nanya jelas kerjaannya apa. Saya menyesal," kata Jin Sheng.

Adapun Jin Sheng merupakan satu dari delapan terdakwa penyelundup satu ton sabu-sabu. Dia berperan sebagai awak kapal Wanderlust yang mengantar sabu ke Anyer, Banten, dan ditangkap di Kepulauan Riau.

Baca juga : Berusaha Melarikan Diri, WNA Taiwan Pengedar 51 Kg Sabu-Sabu Ditembak

Jaksa penuntut umum sebelumnya telah menuntut kedelapan terdakwa dengan hukuman mati.

Mereka dinilai melanggar Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Megapolitan
Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Megapolitan
Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

Megapolitan
Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Megapolitan
Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Megapolitan
Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Jakarta: 1.071 Positif, 58 Sembuh, 98 Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Jakarta: 1.071 Positif, 58 Sembuh, 98 Meninggal Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X