Sandiaga Tawarkan Gabung OK OCE, Ini Tanggapan Eks Karyawan Alexis...

Kompas.com - 29/03/2018, 22:17 WIB
Nurmansyah (paling kiri), salah seorang eks karyawan Alexis yang memprotes penutupan tempat tersebut, Kamis (29/3/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DNurmansyah (paling kiri), salah seorang eks karyawan Alexis yang memprotes penutupan tempat tersebut, Kamis (29/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah eks karyawan Alexis meminta solusi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah tempat bekerja mereka ditutup Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Meski demikian, mereka menolak bergabung program pemerintah yang bergerak di bidang kewirausahaan yaitu OK OCE

Salah seorang eks karyawan Alexis, Nurmansyah menyebut program tersebut omong kosong.

"OK-OCE itu omong kosong. Saya, sih, belum mencoba, tetapi ada rekan saya yang mencoba di situ bukan untuk dinaungi, tetapi untuk joint business," kata Nurmansyah kepada wartawan, di Hotel Alexis, Jakarta Utara, Kamis (29/3/2018).

Baca juga: Hotel Alexis Gelap Gulita Setelah Ditutup Satpol PP

Nurmansyah menjelaskan, eks karyawan Alexis tidak mempunyai keterampilan berbisnis. Menurutnya, dibutuhkan modal besar pula untuk memulai bisnis.

Mantan supervisor di usaha karaoke Alexis itu mengatakan, keterampilan mereka hanya sebagai karyawan. 

Ia mengatakan, eks karyawan Alexis sudah dirumahkan sejak Rabu (27/3/2018). 

Baca juga: Sandiaga Buka Kesempatan Eks Pekerja Alexis Gabung OK OCE

Spanduk pengumuman terkait penutupan usaha terpasang di depan Hotel Alexis di Jakarta, Rabu (28/3/2018). Terhitung Selasa, 27 Maret kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usaha Hotel Alexis dan sejumlah unit usaha di dalamnya.MAULANA MAHARDHIKA Spanduk pengumuman terkait penutupan usaha terpasang di depan Hotel Alexis di Jakarta, Rabu (28/3/2018). Terhitung Selasa, 27 Maret kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usaha Hotel Alexis dan sejumlah unit usaha di dalamnya.
Pihak Alexis, lanjutnya, telah memenuhi kewajiban kepada para karyawan. 

"Dari perusahaan kami sudah dapat hak kami seperti pesangon, gaji terakhir, bahkan uang THR kami sudah diberikan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan eks pekerja Alexis bisa mengikuti program OK OCE.

Baca juga: Petugas Keamanan Alexis Halangi Satpol PP Pasang Spanduk Penutupan

"Khususnya di gerakan OK OCE ini ada beberapa usaha perhotelan yang bisa menyerap. Nanti tentunya dari Disnaker bisa mendata berapa teman-teman dari Alexis Group yang harus direlokasi pekerjaannya," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta. 

Pemprov DKI menutup usaha yang tersisa di Alexis yakni bar, karaoke, restoran, dan musik hidup.

Pencabutan izin usaha dilakukan setelah Pemprov DKI menemukan adanya praktik prostitusi dan perdagangan orang di tempat hiburan tersebut.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Ditangkap, Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Ubah Nama Akun Instagramnya

Sebelum Ditangkap, Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Ubah Nama Akun Instagramnya

Megapolitan
Polisi: Laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan

Polisi: Laporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan

Megapolitan
Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Puluhan Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Jalani Swab Test Massal

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Bakal Kumandangkan Lagu Indonesia Raya Serentak di Berbagai Wilayah

Megapolitan
UPDATE 6 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15, Totalnya Kini 612

UPDATE 6 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 15, Totalnya Kini 612

Megapolitan
Lawan Pembunuhnya, Wanita yang Tewas di Margonda Residence Dipukul Berkali-kali

Lawan Pembunuhnya, Wanita yang Tewas di Margonda Residence Dipukul Berkali-kali

Megapolitan
Santri dan ASN DKI yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Santri dan ASN DKI yang Karantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Larang Kegiatan yang Mengundang Kerumunan Warga

HUT Ke-75 RI, Pemprov DKI Larang Kegiatan yang Mengundang Kerumunan Warga

Megapolitan
BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

Megapolitan
Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Polres Metro Tangerang Lepas 40.000 Bibit Ikan

Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Polres Metro Tangerang Lepas 40.000 Bibit Ikan

Megapolitan
Ketentuan Upacara HUT Ke-75 RI di Pemkot Jakut, Jumlah Peserta hingga Paskibraka Dikurangi

Ketentuan Upacara HUT Ke-75 RI di Pemkot Jakut, Jumlah Peserta hingga Paskibraka Dikurangi

Megapolitan
Pembunuh Wanita di Margonda Residence Mengaku Terbakar Cemburu

Pembunuh Wanita di Margonda Residence Mengaku Terbakar Cemburu

Megapolitan
Cerita Monica Soraya Adopsi Enam Bayi, Ingin Berikan Hidup Layak, Tak Lupakan Ibu Kandung...

Cerita Monica Soraya Adopsi Enam Bayi, Ingin Berikan Hidup Layak, Tak Lupakan Ibu Kandung...

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Bakal Bagikan Masker Gratis Selama 5 Hari

Bandara Soekarno-Hatta Bakal Bagikan Masker Gratis Selama 5 Hari

Megapolitan
Fraksi Nasdem Sebut Lemahnya Pengawasan Pemprov DKI Bikin Warga Sepelekan Covid-19

Fraksi Nasdem Sebut Lemahnya Pengawasan Pemprov DKI Bikin Warga Sepelekan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X