APIKI Pastikan Cacing di Ikan Makarel Sudah Mati

Kompas.com - 31/03/2018, 18:13 WIB
Salah seorang warga terlihat serius melakukan pengecekan salah satu makanan kaleng. Saat ini BPOM telang mengumumkan ada 27 produk makanan kaleng mengandung cacing. KOMPAS.COM/ HADI MAULANASalah seorang warga terlihat serius melakukan pengecekan salah satu makanan kaleng. Saat ini BPOM telang mengumumkan ada 27 produk makanan kaleng mengandung cacing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) menjamin cacing yang ditemukan dalam produk-produk ikan kalengan yang tersebar di Indonesia telah mati.

Ketua APIKI Ady Surya menyatakan, perusahaan pengalengan ikan yang tergabung dalam APIKI menerapkan standar yang tinggi dalam melalukan proses produksi.

"Kami tegaskan bahwa pengalengan ini satu-satunya industri makanan siap saji yang memiliki standar-standar tinggi dan persyaratan mutu yang sangat ketat," kata Ady di Pakin, Jakarta Utara (31/3/2018).

Baca juga : Pakar: Kemunculan Cacing Anisakis di Ikan Makarel Fenomena Natural

Ady juga memastikan bahwa produk ikan kalengan tidak mengandung cacing yang masih hidup. Menurutnya, cacing-cacing yang hidup dalam tubuh ikan telah dimatikan sebanyak dua kali dalam proses produksi.

Ady menuturkan, setiap ikan yang diperoleh dari laut langsung dibekukan dengan cara dimasukkan ke dalam cold storage yang terdapat di tiap kapal.

"Ketika sudah beku disimpan di cold storage, dalam kondisi ini parasit anisakis sudah mati karena cacing sudah mati pada suhu minus 20 derajat celcius. Dalam proses ini, cacing mengalami mati pertama," katanya.

Selanjutnya, cacing-cacing tersebur juga dimatikan ketika proses produksi telah memasuki fase pengalengan.

"Apapun yang ada dalam kaleng itu mati, cacing itu mengalami mati kedua," kata Ady.

Baca juga : Peneliti LIPI: Tak Mengagetkan Ikan Makarel Terinfeksi Cacing Parasit

Ia pun memastikan bila ikan kalengan yang diterima masyarakat telah diuji kesehatan dan kualitasnya. Apabila ditemukan cacing pun, ia menyatakan bahwa cacing itu telah mati dan aman dikonsumsi.

"Dari awal sampai akhir kita mengikuti mutu yang berstandar dunia. Kami memilki standar halalan thoyibban, halal dan baik, baik karena prosesnya itu tadi," kata Ady.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan menemukan sejumlah merek produk ikan makerel yang mengandung cacing. Temuan itu terdapat di Batam, Pekanbaru, dan Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aplikasi Pangkas Kota Tangerang Sudah Disosialisasikan di 10 Kecamatan

Aplikasi Pangkas Kota Tangerang Sudah Disosialisasikan di 10 Kecamatan

Megapolitan
Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X