Lulung: Selama Ini Ombudsman Tajam ke PKL, Tidak Tajam ke Persoalan Lain

Kompas.com - 03/04/2018, 19:49 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana  mendatangi kawasan Pasar Tanah Abang, Jumat (22/12/2017). Kompas.com/David Oliver PurbaWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana mendatangi kawasan Pasar Tanah Abang, Jumat (22/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham " Lulung" Lunggana menyambut baik pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang yang melakukan aksi di depan Kantor Ombudsman di Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).

Lulung menilai aksi tersebut sebagai bentuk protes kepada Ombudsman.

"Ya baguslah karena selama ini Ombudsman tajam ke PKL, tidak tajam ke persoalan yang lain," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa siang.

Baca juga: Ombudsman Jakarta Raya: PKL Tanah Abang Berharap Kembali ke Blok G

Selain itu, ia mengatakan, aksi tersebut juga untuk meminta Ombudsman memberikan solusi terkait penutupan Jalan Jatibaru Raya.

Ombudsman sebelumnya menganggap penutupan Jalan Jatibaru Raya sebagai sebuah malaadministrasi.

"Itu (aksi) biarkanlah, kan, aspirasi masyarakat, ya mungkin selama ini dia (PKL) perlu perlindungan. Kali aja gubernur enggak bisa cari solusi dan kali aja Ombudsman bisa kasih solusi, kan seharusnya Ombudsman bisa kasih solusi," kata Lulung.

Baca juga: PKL Tanah Abang Gelar Dagangan di Depan Kantor Ombudsman

Massa dari PKL Tanah Abang berunjuk rasa terkait laporan hasil akhir pemeriksaan Ombudsman. 

Perwakilan massa bertemu dengan Ombudsman Jakarta Raya. PKL Tanah Abang bersedia direlokasi ke Blok G Tanah Abang setelah Lebaran. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

Megapolitan
Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X