Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub...

Kompas.com - 04/04/2018, 08:06 WIB
Aktivis Ratna Sarumpaet marah saat mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (3/4/2018). Bidik layar Instagram @lambe_turahAktivis Ratna Sarumpaet marah saat mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil yang diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta bisa menimpa siapa saja. Termasuk mereka yang mengenal orang penting seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Seperti kemarin, aktivis Ratna Sarumpaet dibuat kesal dengan ulah petugas Dinas Perhubungan yang menderek mobilnya. Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial kemarin, Selasa (3/4/2018).

Dalam video itu, Ratna adu mulut dengan petugas Dishub. Dia tidak merasa berbuat pelanggaran peraturan daerah karena tidak ada rambu larangan parkir di sekitar mobilnya.

Baca juga : Mobilnya Diderek Dishub, Ratna Sarumpaet Marah dan Telepon Anies

"Saya lagi jalan olahraga dengan anak saya, saya satu putaran berhenti. Saat itu sudah ada orang Dishub yang tahu-tahu (mobil dereknya) maju mundur. Lalu orang keamanan bilang (mobil saya) mau diderek," ujar Ratna saat konfirmasi Kompas.com, Selasa.

Adapun, kejadian itu berlangsung di Taman Tebet sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak terima dengan perbuatan petugas Dishub, Ratna bertanya perda apa yang dia langgar.

Kepada petugas, Ratna bilang akan melaporkannya kepada Anies Baswedan. Dia menghubungi nomor Anies yang ada di ponselnya.

"Mana aturannya? Oke, saya telepon Anies sekarang, ya," kata Ratna dalam video yang tersebar di media sosial.  

Baca juga : Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub 

Ratna punya alasan ketika memutuskan untuk menelpon orang nomor satu di Jakarta itu. Termasuk pimpinan tertinggi petugas Dishub yang menderek mobilnya. Dia menghubungi Anies karena menilai petugas Dishub sudah sewenang-wenang saat bertugas.

"Saya enggak salah, saya mencoba menjelaskan kepada mereka (petugas), saya enggak salah. Tahu-tahu mobil saya sudah dibawa kabur dishub. Saya mencoba menghubungi Anies lalu stafnya yang urus," ujar Ratna.

Masalah mobil Ratna pun diurus oleh staf Anies. Ratna mengaku dihubungi staf Anies yang mengatakan mobilnya sudah bisa diambil pada pukul 10.00 WIB. Namun Ratna menolak. Dia ingin petugas Dishub langsung yang mengantarkan mobil ke rumahnya sekaligus untuk meminta maaf.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Unggahan Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Viral Unggahan Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Megapolitan
Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Megapolitan
Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Megapolitan
Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Megapolitan
Galaunya Ibu Hamil gara-gara Corona...

Galaunya Ibu Hamil gara-gara Corona...

Megapolitan
Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Megapolitan
Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X