Mereka yang Mengadu ke Anies-Sandiaga Saat Mobilnya Diderek Dishub...

Kompas.com - 04/04/2018, 08:06 WIB
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Fajar Sidik, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (7/10/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Fajar Sidik, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (7/10/2016).
Penulis Jessi Carina
|

Permintaan Ratna dikabulkan. Sekitar pukul 11.00, sejumlah petugas dishub datang ke rumah Ratna dengan mengantarkan mobil miliknya.

Baca juga : Setelah Ratna Sarumpaet Telepon Anies, Mobil Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf 

"Dishub sudah salah menderek mobil saya, padahal tidak ada rambu-rambu. Dishub harus berani minta maaf dan mengembalikan mobil saya. (Akhirnya mobil) dikembalikan dan (petugas) minta maaf juga," katanya.

Anggota Dewan hubungi Sandiaga

Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Saat itu, anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra Fajar Sidik, yang terlibat masalah dengan petugas Dishub.

Perselisihan antara Fajar dengan petugas Dishub juga terekam kamera. Dia marah-marah karena mobilnya hendak diderek oleh petugas Dinas Perhubungan.

Baca juga : Mobilnya Diderek Dishub, Anggota Gerindra DPRD DKI Ini Lapor ke Sandiaga

 

Ketika dikonfirmasi, Fajar membenarkan insiden tersebut terjadi di tempat tinggalnya di Jalan Pangeran Jayakarta pada Kamis (22/3/2018) pagi. Ia mengaku sampai marah-marah karena merasa tak dihormati oleh anggota Dishub.

Argumen Fajar mirip-mirip dengan Ratna Sarumpaet. Dia mengaku sejak lahir bermukim di sana dan tidak pernah ada rambu larangan parkir.

Baca juga : Kronologi Marahnya Anggota DPRD DKI yang Mobilnya Diderek Menurut Petugas

"Kaget saja dia bilang ke warga saya 'Dewan mana? Panggil dewannya!' Loh, apa begitu seorang petugas? Saya dewan, lho. Apalagi kepada masyarakat kecil, masyarakat awam yang maaf enggak ngerti namanya pasal undang-undang," kata Fajar.

Hal yang dilakukan Fajar juga mirip dengan Ratna. Dia langsung melapor kepada kepala daerah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dia mengirimkan pesan singkat dan menceritakan kejadian yang dia alami.

"Saya SMS Pak Wagub. Assalamualaikum Pak Wagub mohon maaf ganggu tugasnya, sekadar info tadi saya ada sedikit, saya bilang sedikit, adu argumen dengan Dishub karena di tempat saya tidak ada larangan parkir, tiba-tiba dia mau ambil," kata Fajar.

Baca juga : Mobilnya Diderek, Anggota Gerindra DPRD DKI Ini Minta Revisi Perda

Namun, Fajar mengirim SMS bukan untuk membela diri. Dia hanya meminta Sandi bisa membina bawahannya agar bisa melakukan operasi parkir lebih baik lagi.

Pada akhirnya, mobil Fajar memang tidak diderek oleh Dishub. Fajar juga mengaku sebelumnya sudah emosi karena mobilnya langsung diderek tanpa pemberitahuan yang halus.

"Saya begitu kalimatnya, enggak mentang-mentang saya dekat dengan Sandi, saya enggak mau. Sebab, nanti ujung-ujunganya bicara hukum, kalau bela diri saya yang malu," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Megapolitan
Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Megapolitan
LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

Megapolitan
Pedagang: Jual Daging Sapi Mahal Enggak Laku, Kalau Murah Kami Rugi

Pedagang: Jual Daging Sapi Mahal Enggak Laku, Kalau Murah Kami Rugi

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Megapolitan
Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X