Kompas.com - 04/04/2018, 14:40 WIB
Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Peron 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat pada Rabu (28/3/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPenumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Peron 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat pada Rabu (28/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberikan solusi untuk menghindari penumpukan penumpang di jalur Duri-Tangerang.

VP Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, penumpukan penumpang terjadi di eskalator jalur 5 setelah perpindahan dari jalur 4 dan penyesuaian dengan kereta api bandara.

"Memang ini tidak bisa mengakomodir semua penumpang yang turun bersamaan, karena Duri itu stasiun akhir. Kami sudah membuka dua crossing di bawah, arah Tanah Abang dan Angke sehingga penumpang sudah bisa tersebar di dua crossing di dua jalur di bawah itu," kata Eva kepada Kompas.com, Rabu (4/4/2018).

Baca juga: KRL Mania Minta Menhub Selesaikan Masalah Penumpang di Stasiun Duri

Sebelumnya, eskalator naik dan turun di peron 5 yang malayani Duri-Tangerang menjadi sorotan sejak akhir Maret 2018.

Dalam video dan foto yang tersebar di media sosial, terlihat penumpang di peron tersebut menumpuk dan berdesak-desakan menggunakan eskalator.

Eva mengatakan, sejak kejadian itu, pihaknya membuka jalur crossing sebagai solusiya.

Baca juga: Jeritan Penumpang KRL Tangerang-Duri dan Jawaban PT KCI

Penumpang di Stasiun Duri nekat melompat dari peron sementara beralas besi pada Kamis (29/3/2018).KOMPAS.com/ RIMA WAHYUNINGRUM Penumpang di Stasiun Duri nekat melompat dari peron sementara beralas besi pada Kamis (29/3/2018).
Penyebaran penumpang, lanjutnya, telah dilakuan lewat dua jalur crossing, eskalator, dan lift.

"Sejak hari kedua (29 Maret 2018) sampai sekarang kalau untuk masalah crossing-an sudah tidak ada lagi kendala karena sudah tersebar," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Stasiun Duri akan menyediakan tangga manual untuk mengurai penumpukan penumpang.

"Rencananya jalur 5 dan jalur 1 akan dibuatkan tangga manual. Nanti kalau sudah jadi bisa jadi fasilitas pengguna peron," kata Eva.

Baca juga: Dikeluhkan Sistem Dua Peron di Stasiun Duri untuk Rute Duri-Tangerang

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Stasiun Duri pada 28-29 Maret dan 2 April 2018, stasiun menggunakan sistem buka tutup eskalator untuk mengurai penumpang.

Mereka mematikan laju eskalator naik di peron 5 untuk dijadikan tangga manual bagi penumpang yang baru saja turun dari KRL Tangerang-Duri.

Penggunaan crossing di arah Angke dan Tanah Abang juga sudah digunakan penumpang saat keluar dari peron, termasuk lift yang diperuntukkan penyandang difabel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.