Istri Korban Tewas di Pondok Labu Lihat Suaminya Dianiaya

Kompas.com - 05/04/2018, 22:02 WIB
Warga mengerumuni rumah korban perampokan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIWarga mengerumuni rumah korban perampokan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Istri Hunaedi, pensiunan TNI AL yang ditewas ditusuk di rumahnya, Kompleks TNI AL, Jalan Karang Tengah Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, melihat suaminya dianiaya.

Hal itu diungkapkan tetangga korban, Ahmad Syarnubi. Syarnubi mengetahui informasi tersebut dari istri korban.

Syarnubi bercerita, peristiwa itu terjadi selepas shalat magrib, sekitar pukul 18.30. Saat itu, korban dan istrinya tengah mengaji di kamar yang berbeda.

"Ibunya dengar Bapak (Hunaedi) teriak-teriak. Ibu lihat Bapak lagi dianiaya, (pelaku) satu orang," ujar Syarnubi di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga : Tidak Ada Barang yang Hilang di Rumah Korban Perampokan Pondok Labu

Melihat suaminya dianiaya, istri Hunaedi langsung keluar rumah dan berteriak minta tolong. Saat itu, warga berdatangan, namun tak ada orang yang berani masuk dan memilih menelepon polisi.

Saat polisi datang dan masuk ke rumah korban, pelaku sudah tidak ada di rumah korban.

"Bapak kena luka tusuk, Dia (pelaku) kayaknya bawa pisau," kata warga lainnya, Sahlan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, warga berkerumun di lokasi kejadian pada malam ini. Polisi masih terus melakukan penyelidikan. Rumah korban sudah dipasangi garis polisi.

Baca juga : Saat Tahu Ada Perampokan di Pondok Labu, Warga Tak Berani Masuk ke Rumah Korban

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X