10 Perwakilan Pendemo Sukmawati Diterima Pihak Bareskrim

Kompas.com - 06/04/2018, 16:22 WIB
Perwakilan pendemo diterima anggota Bareskrim Polri, Jumat (6/4/2018) Kompas.com/Setyo AdiPerwakilan pendemo diterima anggota Bareskrim Polri, Jumat (6/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 10 perwakilan peserta aksi demo diterima masuk ke dalam gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Para perwakilan peserta aksi diterima setelah menyampaikan orasinya terkait permasalahan puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu.

Perwakilan peserta aksi yang diterima antara lain Ustaz Asep Syarifuddin, Kyai Abdullah Syafi'i dari Ponpes Assafiyah, Nur Sukma, Dedi Suhardadi, dan Eggi Sudjana. 

Baca juga: Pendemo Sukmawati Berdatangan, Lalu Lintas di Gambir Padat

"Kami ke sini untuk mendukung Bareskrim agar segera menahan Bu Sukmawati," ucap Dedi Suhardadi saat berjalan masuk ke Bareskrim, Jakarta Pusat. 

Dedi mengatakan, Sukmawati sama kedudukannya di hadapan hukum. 

"Tuntutan kami kepada Bareskrim menahan (Sukmawati). Tidak ada mediasi," ujarnya. 

Baca juga: Pendemo Padati Kawasan Gambir, Lalu Lintas Menuju Medan Merdeka Timur Dialihkan

Rombongan diterima di ruang SPKT Bareskrim dan ditemui langsung Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Joko Purwanto.

Selama perwakilannya diterima di dalam, peserta aksi masih tetap bertahan di depan kantor Bareskrim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X