Pendemo Sukmawati Membubarkan Diri, Jalan Medan Merdeka Timur Kembali Dibuka

Kompas.com - 06/04/2018, 18:01 WIB
Suasana lalu lintas di depan kantor Bareskrim,, setelah massa demo membubarkan diri Junat (6/4/2018) Kompas.com/Setyo AdiSuasana lalu lintas di depan kantor Bareskrim,, setelah massa demo membubarkan diri Junat (6/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Peserta aksi demo menuntut Sukmawati Soekarnoputri di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, mulai membubarkan diri, Jumat (6/4/2018) pukul 16.40.

Setelah menyelesaikan orasi, para peserta aksi kembali pulang.

Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur baik dari arah Tugu Tani mau pun dari arah Masjid Istiqlal kembali dibuka.

Baca juga: Elemen Muslim Solo Raya Minta Sukmawati Diproses Hukum karena Dinilai Langgar KUHP

Meski sudah dibuka di kedua arah, kepadatan masih terjadi di depan kantor Bareskrim.

Pertemuan pendemo dengan pihak bareskrim

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif mengungkapkan kehadiran mereka ke Bareskrim untuk menyampaikan aspirasi umat terhadap kasus puisi Sukmawati.

Pihaknya mengingatkan ketegasan pihak kepolisian.

Ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018). Pendemo menuntut Sukmawati Soekarnoputri atas pembacaan puisi yang dinilai sebagai bentuk penodaan agama.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018). Pendemo menuntut Sukmawati Soekarnoputri atas pembacaan puisi yang dinilai sebagai bentuk penodaan agama.
"Kami mendukung kepolisian memproses kasus Ibu Sukmawati. Ini bukan kasus kecil, sehingga perlu ketegasan polisi," ucap Slamet seusai bertemu pihak Bareskrim. 

Baca juga: 10 Perwakilan Pendemo Sukmawati Diterima Pihak Bareskrim

Sebanyak 10 perwakilan pendemo diterima pihak Bareskrim. 

Slamet mengatakan, secara pribadi, dia menerima permintaan maaf tersebut. Namun, proses hukum tetap akan berjalan. 

Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan pihak Bareskrim, pihak kepolisian belum dapat memastikan waktu pemeriksaan terhadap Sukmawati.

"Semoga hari Senin sudah dimulai (pemeriksaannya)," ujarnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Megapolitan
Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Megapolitan
Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Megapolitan
UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

Megapolitan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Megapolitan
Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X