Menurut Polantas yang Diludahi, Dimaki Pelanggar Lalu Lintas Sudah Biasa

Kompas.com - 08/04/2018, 08:10 WIB
Polisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPolisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Direktotat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Hermansyah Sitorus mengatakan, dia sudah biasa menerima makian dari pelanggar lalu lintas di lapangan.

Menurut Hermansyah, para pelanggar biasanya tidak senang jika polisi melakukan penilangan.

Berdasarkan pengalaman Hermansyah di lapangan, para pelanggar umumnya mengetahui kesalahan mereka. Namun, mereka enggan ditilang karena mengaku tidak memiliki waktu untuk menghadiri sidang tilang di pengadilan negeri atau kejaksaan.

"Sudah banyak, sering. Kalau kami di lapangan, dimaki sudah biasa," ujar Hermansyah kepada Kompas.com, Sabtu (7/4/2018).

Hermansyah mengatakan, dia lebih memilih untuk menghindari para pelanggar yang marah dibanding harus merespons yang akhirnya menimbulkan konflik baru. Namun, untuk tindakan yang di luar batas kewajaran, Hermansyah akan melakukan penegakan hukum.

(Baca juga: Pengakuan Polantas yang Diludahi, Dilindas, dan Dimaki Pengendara Ertiga)

Misalnya, seperti yang dilakukan Hermansyah pada Kamis lalu. Seorang pengendara mobil yang melanggar sistem ganjil genap di Flyover Kuningan, Jakarta Selatan, meludahi wajah Hermansyah, melindas kakinya, dan memaki Hermansyah karena tidak senang ditilang.

"Ya kalau maki-maki kami diam saja, kalau dinasihati nanti tambah menjadi. Kami lebih memilih menghindari konflik. Intinya, kami berikan surat tilang sesuai prosedur, mau marah-marah ya cuek saja," ujar Hermansyah.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagara mengatakan, pihaknya memang menginstruksikan agar seluruh petugas yang bertugas tetap bersabar terhadap apa pun tindakan pelanggar di lapangan.

"Jadi memang banyak perlakuan, makian ke petugas. Kami sampaikan harus bersabar. Kami juga terapkan saat unjuk rasa. Jangan nanti kami sudah jadi korban, nanti malah berbalik," ujar Halim.

(Baca: Tolak Ditilang, Pengendara Maki, Lindas Kaki, dan Ludahi Polisi)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Ditangkap

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Ditangkap

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Djeni Hendak Tipu Pemodal Asal Bandung Rp 1,5 Miliar

Sebelum Ditangkap, Djeni Hendak Tipu Pemodal Asal Bandung Rp 1,5 Miliar

Megapolitan
Jaksa Agung Siap Terima Berkas Kasus Penusukan Wiranto

Jaksa Agung Siap Terima Berkas Kasus Penusukan Wiranto

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Ponsel di Wilayah Kebon Jeruk

Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Ponsel di Wilayah Kebon Jeruk

Megapolitan
Ketika Dijenguk Jaksa Agung, Wiranto Nostalgia Kenangan Tugas di Jawa Timur

Ketika Dijenguk Jaksa Agung, Wiranto Nostalgia Kenangan Tugas di Jawa Timur

Megapolitan
Berawal Lihat-lihatan, Pria di Bekasi Tewas Ditusuk Pria Lansia

Berawal Lihat-lihatan, Pria di Bekasi Tewas Ditusuk Pria Lansia

Megapolitan
Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

Megapolitan
Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

Megapolitan
Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Megapolitan
DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

Megapolitan
Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Megapolitan
Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X