Cerita Henry Yoso soal Anaknya Diperiksa Polisi Terkait Narkoba

Kompas.com - 10/04/2018, 17:20 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-P Henry Yosodiningrat meminta polisi menangkap dan menahan Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/1/2017). Ambaranie Nadia K.MAnggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-P Henry Yosodiningrat meminta polisi menangkap dan menahan Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) yang juga anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-P Henry Yosodiningrat, membenarkan anak keduanya, diperiksa Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, pemeriksaan tersebut berawal dari informasi yang beredar bahwa anaknya itu mengkonsumsi narkoba. Awalnya, Henry meragukan informasi tersebut. Namun, karena penasaran, dia menanyakan langsung kepada anaknya.

"Saya enggak yakin, karena saya lihat dari dia berperilaku, tidak ada perubahan. Kemudian dia ambil S2 hukum kuliahnya lancar, tinggal wisuda bulan depan. Akhirnya saya tanya, dia marah-marah dan enggak ngaku," ujar Henry saat dihubungi wartawan, Selasa (10/4/2018).


Mendengar jawaban anaknya itu, Henry makin curiga. Sebab, Henry mengatakan, anaknya tersebut memang pernah mengkonsumsi narkoba sekitar 20 tahun yang lalu.

Baca juga : Positif Narkoba, Anak Henry Yosodiningrat Dipulangkan

Henry mengaku, dia meminta bantuan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo untuk memeriksa anaknya.

"Kebetulan saya kenal baik dan dekat, saya ceritakan persoalannya. 'Saya minta tolong gimana caranya dengan cara yang baik anggotamu memastikan, ngecek anak saya ini'," ujar Henry.

Pada Selasa pagi, Henry mendapat kabar bahwa anaknya telah diperiksa di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Dia mengatakan, dari informasi yang didapatkan dari polisi yang memeriksa, anaknya negatif narkoba.

Namun, Henry tidak mengetahui jika informasi terbaru menyebut anaknya itu positif narkoba. Henry enggan menyebut nama anak keduanya itu.

"Dari mana anda tahu, saya sendiri belum tahu informasi. Saya dengar dia sudah keluar, enggak di Mapolda lagi. Secara resmi saya belum tahu dari Dirnarkoba, karena apa yang dilakukan hasil permintaan saya, tentunya akan dilaporkan ke saya," ujar Henry.

Sebelumnya dikabarkan anak kedua Henry Yosodiningrat diamankan polisi terkait dugaan pengguna narkotika.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah hal tersebut dan menyebut anak Henry hanya diperiksa. Hasilnya, anak Henry positif narkoba.

"Oleh anggota dibawa ke Mapolda. Sesuai permintaan orangtua dilakukan tes urine, hasilnya positif (narkoba). Tidak ditemukan obat terlarang yang ada padanya. Akhirnya dipulangkan, diserahkan ke orangtuanya untuk diperiksa ke dokter," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Megapolitan
Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Megapolitan
Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Megapolitan
Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Megapolitan
Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Megapolitan
Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Megapolitan
Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Megapolitan
Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Megapolitan
Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Megapolitan
Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Megapolitan
KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

Megapolitan
Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Megapolitan
Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X