Alasan Polisi Pulangkan Anak Henry Yosodiningrat yang Positif Narkoba

Kompas.com - 10/04/2018, 21:24 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memulangkan anak Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat usai menjalani pemeriksaan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin (9/4/2018). Berdasarkan tes urine, anak kedua Henry Yosodiningrat atau Yoso tersebut positif menggunakan narkotika.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi hanya memfasilitasi Yoso yang meminta anaknya diperiksa. Argo menilai inisiatif yang dilakukan Yoso merupakan contoh baik bagi orangtua.

"Kenapa orang sayang sama anak untuk minta tolong polisi untuk dicek kok dipermasalahkan. Kan itu malah jadi contoh orangtua yang baik," kata Argo saat dihubungi, Selasa (10/4/2018).

Baca juga : Positif Narkoba, Anak Henry Yosodiningrat Dipulangkan

Selain itu, kata Argo, polisi tidak menemukan barang bukti berupa narkotika saat memeriksa anak kedua Yoso tersebut.

"Bapaknya yang minta (anaknya) diperiksa, tidak ada barangnya (barang bukti)," ujar Argo.

Senin kemarin, polisi memeriksa anak kedua Yoso atas permintaan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI-P tersebut. Yoso mengatakan, hal itu dia lakukan berawal dari informasi yang beredar bahwa anak keduanya yang tidak disebutkan identitasnya mengkonsumsi narkoba.

Awalnya, Yoso meragukan informasi tersebut. Namun, karena penasaran dia menanyakan hal tersebut ke anaknya. Sang anak tidak mengaku. Hal itu menimbulkan kecurigaan Yoso.

Dia lalu meminta bantuan polisi untuk memeriksa anaknya. Yoso mengatakan, dari informasi yang dia dapatkan dari polisi yang memeriksa anaknya, anaknya Yoso negatif narkoba.

Namun, Yoso tidak mengetahui bahwa informasi terbaru menyebutkan anaknya positif narkoba.

"Dari mana anda tahu, saya sendiri belum tahu informasi. Saya dengar dia sudah keluar, enggak di Mapolda lagi. Secara resmi saya belum tahu dari Dirnarkoba karena apa yang dilakukan hasil permintaan saya, tentunya akan dilaporkan ke saya," kata Yoso.

Baca juga : Cerita Henry Yoso soal Anaknya Diperiksa Polisi Terkait Narkoba

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Megapolitan
Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X