Bertahan Dua Tahun, Warga Akuarium yang Tergusur Kini Tempati "Shelter"

Kompas.com - 11/04/2018, 11:39 WIB
Pembangunan shelter di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara terus dikebut, Selasa (13/3/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPembangunan shelter di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara terus dikebut, Selasa (13/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tahun lalu tepatnya pada 11 April 2016, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan Kampung Akuarium, di Jakarta Utara. Warga yang terkena dampak penertiban itu, kemudian dipindahkan ke Rumah Susun Marunda, Cilincing, dan Rawa Bebek.

Meski demikian, banyak warga yang memilih tetap bertahan di atas puing-puing penggusuran. Mereka membangun tenda, dan tinggal di sana setiap hari. Pada masa pemerintahan baru yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, muncul harapan bagi warga Kampung Akuarium.

Anies memutuskan untuk membangun kembali kampung mereka. Namun, sambil menunggu pembangunan, warga akan dibuatkan shelter terlebih dahulu. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, shelter sudah selesai dibangun.

"Sudah 100 persen, sudah ditempati," ujar Agustino ketika dihubungi, Rabu (11/4/2018).

Baca juga : Melihat Kondisi Shelter di Kampung Akuarium

Sementara itu, pembangunan kampung mereka sendiri masih pada tahap koordinasi. Agustino mengatakan, pihaknya sedang melakukan reposisi lokasi terlebih dahulu, untuk menentukan tempat pembangunan. Dinas Perumahan juga harus berkoordinasi dengan lembaga lain, yang lahannya beririsan dengan lahan Pemprov DKI.

"Kalau batas-batasnya sudah jelas, kita akan bangun di situ," ujar Agustino.

Baca juga : Melihat Kondisi di Dalam Tenda Warga Kampung Akuarium

Agustino mengatakan, pihaknya akan segera membangun kembali Kampung Akuarium. Dia berharap, waktu yang dibutuhkan tidak lama, agar warga tidak terus tinggal di shelter.

"Kita secepatnya akan rencanakan buat dibangun, paling lama ya dua tahun," ujar Agustino.

Baca juga : Anies: Kampung Akuarium Sudah Dibongkar, Kami Mau Bangun dari Puing-puing

Rencana pembangunan shelter ini muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengundang warga dari 16 kampung yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota, untuk rapat bersama.

Shelter itu dibangun karena kini masih banyak warga yang bertahan, meski harus tinggal di atas puing-puing Kampung Akuarium dan Kunir yang ditertibkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Brigadir AM Divonis 4 Tahun Penjara

Penembakan Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Brigadir AM Divonis 4 Tahun Penjara

Megapolitan
Pengangkatan Sampah Kayu di Kali Bekasi Terkendala Alat Berat

Pengangkatan Sampah Kayu di Kali Bekasi Terkendala Alat Berat

Megapolitan
[UPDATE] Depok Catat 2.157 Kasus Aktif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

[UPDATE] Depok Catat 2.157 Kasus Aktif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
1.968 Titik Tali Air di Jakarta Utara Rusak, Kini sedang Diperbaiki

1.968 Titik Tali Air di Jakarta Utara Rusak, Kini sedang Diperbaiki

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pencabulan Bocah di Pondok Aren Juga Pernah Membegal Pesepeda

Polisi: Tersangka Pencabulan Bocah di Pondok Aren Juga Pernah Membegal Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 1 Desember: Tambah 1.058 Kasus Covid-19 di Jakarta, 10.128 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 1 Desember: Tambah 1.058 Kasus Covid-19 di Jakarta, 10.128 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pencabulan Bocah di Pondok Aren Sudah 4 Kali Beraksi Sejak 2017

Polisi: Tersangka Pencabulan Bocah di Pondok Aren Sudah 4 Kali Beraksi Sejak 2017

Megapolitan
Gaji Anggota DPRD DKI Diusulkan Rp 8,38 Miliar Per Tahun pada 2021

Gaji Anggota DPRD DKI Diusulkan Rp 8,38 Miliar Per Tahun pada 2021

Megapolitan
Anies dan Riza Patria Positif Covid-19, Pembahasan APBD 2021 Disebut Tetap Berjalan

Anies dan Riza Patria Positif Covid-19, Pembahasan APBD 2021 Disebut Tetap Berjalan

Megapolitan
Positif Covid-19, Anies dan Riza Patria Akan Jalankan Isolasi Mandiri Dua Minggu

Positif Covid-19, Anies dan Riza Patria Akan Jalankan Isolasi Mandiri Dua Minggu

Megapolitan
Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Megapolitan
Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X