Kompas.com - 11/04/2018, 15:29 WIB
Kiri ke kanan: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat konferensi pers terkait miras oplosan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIKiri ke kanan: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat konferensi pers terkait miras oplosan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin mengatakan, kasus miras oplosan yang menewaskan banyak korban, bukanlah fenomena baru.

Namun, Syafruddin menyebut metode yang digunakan para pelaku itulah yang baru.

"(Miras oplosan) ini kejahatan lama, tapi metode baru. Kejahatan ini sudah lama berada di tengah-tengah masyarakat, untuk eksperimen sana-sini, untuk uji coba, tapi metodenya baru dan sangat merugikan," ujar Syafruddin saat konferensi pers soal miras oplosan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).

Saat ditanya soal metode baru yang dimaksud, Syafruddin tak menjelaskannya. Dia meminta, semua pelaku yang terlibat dalam kasus miras oplosan itu dihukum maksimal.

Baca juga : Korban Meninggal akibat Miras Oplosan di Jabar Jadi 52 Orang

Syafruddin juga meminta jajarannya menuntaskan kasus peredaran miras oplosan ini dalam satu bulan, sebelum bulan Ramadan. Termasuk meminta jajarannya melakukan pencegahan agar kejadian itu tidak terulang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Syafruddin, pencegahan tidak bisa hanya dilakukan Polri, tetapi juga harus melibatkan kementerian dan lembaga pemerintahan yang lainnya.

"Kalau hanya masalahnya yang diselesaikan, artinya case-nya, itu tidak akan menyelesaikan masalah, nanti bulan depan, habis Lebaran, muncul lagi. Sistemnya yang dihabisi (harus dibenahi)," kata Syafruddin.

Baca juga : Wakapolri Usulkan Kasus Miras Oplosan Dibahas dalam Sidang Kabinet

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal menyampaikan, metode baru yang dimaksud Syafruddin yakni soal racikan miras oplosan tersebut.

"(Yang baru) racikannya itu. Tahu enggak, mereka (pelaku) masa ada pakai alkohol, metanol, spiritus, autan, sehingga itu mencampur, mereka enggak tahu efek kimia yang timbul," ucap Iqbal, saat ditemui terpisah.

Kasus miras oplosan ini telah menimbulkan puluhan korban tewas, di antaranya 31 orang meninggal di Jakarta dan Bekasi, kemudian 51 orang meninggal di wilayah hukum Polda Jawa Barat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Operasi Prokes di Jaksel, Anies: Kita Peringatkan Semua untuk Taati Aturan

Tinjau Operasi Prokes di Jaksel, Anies: Kita Peringatkan Semua untuk Taati Aturan

Megapolitan
Dua Taman Akan Dibangun di Jakarta Barat, Rencananya Selesai November Tahun Ini

Dua Taman Akan Dibangun di Jakarta Barat, Rencananya Selesai November Tahun Ini

Megapolitan
Hari Ini, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Tertinggi Kedua Sejak Pandemi

Hari Ini, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Tertinggi Kedua Sejak Pandemi

Megapolitan
Sidak Malam ke Kemang, Anies: Kita Temukan Praktek Tidak Bertanggung Jawab

Sidak Malam ke Kemang, Anies: Kita Temukan Praktek Tidak Bertanggung Jawab

Megapolitan
PPDB Jakarta Jalur Zonasi untuk Jenjang SD Dibuka 21 Juni 2021

PPDB Jakarta Jalur Zonasi untuk Jenjang SD Dibuka 21 Juni 2021

Megapolitan
PPDB Jakarta Jenjang PAUD Dibuka Senin Depan

PPDB Jakarta Jenjang PAUD Dibuka Senin Depan

Megapolitan
Peserta Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga Berusia 18 Tahun ke Atas

Peserta Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga Berusia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
Penumpang Pajero Sport Buang Sampah ke Kali Jagakarsa Terancam Denda Rp 500.000

Penumpang Pajero Sport Buang Sampah ke Kali Jagakarsa Terancam Denda Rp 500.000

Megapolitan
Update 18 Juni: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 54

Update 18 Juni: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 54

Megapolitan
Odong-odong, Moda Transportasi Penghubung Kampung Pulo dengan Rusun Jatinegara Barat

Odong-odong, Moda Transportasi Penghubung Kampung Pulo dengan Rusun Jatinegara Barat

Megapolitan
Pemkot Jaksel Akan Kerja Sama dengan Polisi untuk Kejar Penumpang Pajero yang Buang Sampah ke Kali

Pemkot Jaksel Akan Kerja Sama dengan Polisi untuk Kejar Penumpang Pajero yang Buang Sampah ke Kali

Megapolitan
Motif Pengeroyokan di Taman Sari, Pelaku Curiga Korban Informan Polisi

Motif Pengeroyokan di Taman Sari, Pelaku Curiga Korban Informan Polisi

Megapolitan
Road Bike Dilarang Melintas JLNT Mulai Minggu Besok

Road Bike Dilarang Melintas JLNT Mulai Minggu Besok

Megapolitan
Anies: Malam Ini Kita Lakukan Operasi Pendisiplinan Tanpa Kompromi!

Anies: Malam Ini Kita Lakukan Operasi Pendisiplinan Tanpa Kompromi!

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Keuskupan Agung Jakarta Minta Paroki di Zona Merah Hentikan Misa Offline

Kasus Covid-19 Melonjak, Keuskupan Agung Jakarta Minta Paroki di Zona Merah Hentikan Misa Offline

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X