Kuasa Hukum Pikir-pikir terkait Vonis untuk Terdakwa Persekusi Cikupa

Kompas.com - 12/04/2018, 20:31 WIB
Para terdakwa terkait  kasus persekusi pasangan kekasih saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (12/04/2018). Pengadilan Negeri Tangerang memvonis kurungan penjara 1 tahun 6 bulan kepada terdakwa Gunawan (ketua RW), 5 tahun kepada terdakwa Komarudin (ketua RT) dan 3 tahun kepada 4 terdakwa lainnya. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPara terdakwa terkait kasus persekusi pasangan kekasih saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (12/04/2018). Pengadilan Negeri Tangerang memvonis kurungan penjara 1 tahun 6 bulan kepada terdakwa Gunawan (ketua RW), 5 tahun kepada terdakwa Komarudin (ketua RT) dan 3 tahun kepada 4 terdakwa lainnya.

TANGERANG, KOMPAS.com — A Goni, kuasa hukum enam terdakwa kasus persekusi pasangan kekasih di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, menyatakan pikir-pikir terhadap vonis yang dijatuhkan hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (12/4/2018), terhadap lima kliennya.

Klien Goni dalam perkara itu adalah Ketua RT bernama Komarudin, Ketua RW Gunawan, dan empat orang warga, yaitu Nuryadi, Iis Suparlan, Suhendang, dan Anwar Cahyadi.

"Untuk Pak RT saya pikir-pikir, dan rekan-rekannya juga saya pikir-pikir. Kalau Pak RW saya terima," kata Goni.

Baca juga: 6 Terdakwa Persekusi di Cikupa Minta Keringanan Hukuman


Hakim menjatuhkan vonis lima tahun penjara untuk Komarudin. Ia dikenai Pasal 29 Undang-Undang Pornografi dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 335 KUHP tentang Pembiaran.

Gunawan divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Dia dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Sementara empat orang lainnya divonis 3 tahun penjara. Mereka disangkakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

Goni mengatakan, jaksa tidak bisa membedakan tuntutan untuk pasal pornografi dan pengeroyokan untuk lima kliennya.

"Pertimbangannya karena di situ, kan, tuntutannya ada Undang-Undang Pornografi dan 170 (KUHP tentang Penyeroyokan). Jaksa tidak bisa membedakan mana Undang-Undang Pornografi dan mana 170," katanya.

Majelis hakim memberi waktu tujuh hari kepada terdakwa untuk bisa mengajukan banding atas vonis yang telah diberikan

"Kami pikir-pikir dulu selama tujuh hari bersama keluarga," tambahnya.

Keenam terdakwa terlibat dalam persekusi terhadap pasangan kekasih M (22) dan R (28) pada November 2017 karena dugaan melakukan mesum di kontrakan. Mereka menelanjangi korban dan mengarak keduanya keliling kampung. Pasangan itu mengalami trauma karena peristiwa itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

Megapolitan
Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Megapolitan
Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Megapolitan
4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

Megapolitan
Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Megapolitan
Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Megapolitan
Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Megapolitan
Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Megapolitan
Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Megapolitan
27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X