Kompas.com - 13/04/2018, 17:08 WIB
Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Achmad Firdaus di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/3/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Achmad Firdaus di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Aset Daerah DKI Jakarta Ahmad Firdaus mengatakan, hingga April 2018, sejumlah sekolah dan rumah sakit yang sudah dianggarkan akan direhabilitasi, masih belum bisa dibangun lantaran menunggu tanda tangan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ini (menunggu) Pak Gubernur tanda tangan nilai limitnya," kata Firdaus, kepada Kompas.com, Jumat (13/4/2018).

Dalam rapat mengevaluasi lambannya penyerapan anggaran bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta pertengahan Maret 2018 lalu, Dinas Pendidikan mengaku sudah bersurat ke BPAD soal penghapusan aset 94 sekolah yang akan direhabilitasi sejak Oktober lalu.

Baca juga : Pembangunan Sekolah dan Rumah Sakit Telat, DPRD DKI Akan Panggil Sandi

Penghapusan aset ini harus dilakukan, agar konstruksi bisa dimulai. Ribuan siswa sekolah itu, sudah menumpang belajar di gedung lain.

Sedangkan Dinas Kesehatan menyatakan, sudah meminta agar 12 gedung puskesmas dan rumah sakit dihapus asetnya, agar bisa segera dibangun yang baru.

Firdaus menjelaskan, nilai anggaran dievaluasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Setelah itu, Gubernur menandatangani limit atau plafon anggaran rehabilitasi dalam Keputusan Gubernur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Warga Kebon Sirih Mengeluh kepada Anies soal Pembangunan Sekolah

Setelah keluar Keputusan Gubernur, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang DKI Jakarta baru bisa melakukan lelang.

"Mungkin kalau bulan ini selesai, bisa langsung pelelangan dan konstruksi, kan. Soalnya kalau berdasarkan limit, waktu masih memungkinkan (tepat waktu). Ini sudah di meja Pak Gubernur, kok," ujar Firdaus.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Megapolitan
Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Megapolitan
Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Megapolitan
Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Megapolitan
Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Mengaku Belum Terima Surat Pemecatannya sebagai Kader PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Mengaku Belum Terima Surat Pemecatannya sebagai Kader PSI

Megapolitan
Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti di Kembangan, Pihak Penyedia Jasa Keamanan Turut Diperiksa

Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti di Kembangan, Pihak Penyedia Jasa Keamanan Turut Diperiksa

Megapolitan
Dipanggil terkait Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti, Ketua RW di Kembangan Tak Hadir

Dipanggil terkait Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti, Ketua RW di Kembangan Tak Hadir

Megapolitan
Awasi Aktivitas di 6 TPS Liar yang Disegel, DLH Kota Tangerang Gandeng Satpol PP

Awasi Aktivitas di 6 TPS Liar yang Disegel, DLH Kota Tangerang Gandeng Satpol PP

Megapolitan
Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Polisi Diminta Ikut Aktif Cegah Eksploitasi Anak

Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Polisi Diminta Ikut Aktif Cegah Eksploitasi Anak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.