Menanti Janji Anies Bangun Rumah Impian Warga Kampung Akuarium

Kompas.com - 16/04/2018, 08:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang  bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah. MAULANA MAHARDHIKAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji membangun kembali Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara yang digusur Pemprov DKI ketika dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada April 2016.

Ketika itu, Ahok menggusur kawasan tersebut dengan alasan untuk revitalisasi kawasan Sunda Kelapa.

Dalam merencanakan pembangunan kembali, Anies memiliki dua cara yang akan dilakukan. Pertama, membangun shelter atau tempat penampungan sementara. Selanjutnya, membangun kembali permukiman dengan melibatkan partisipasi warga.

Baca juga : Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI...


Anies kerap menentang konsep penggusuran yang dilakukan Ahok. Anies menilai, penggusuran bukan solusi memanusiakan manusia. Hal itu juga sering disampaikan Anies saat masih mengikuti kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Nanti akan dibangun lagi di sini kampung sehingga Kampung Akuariumnya kembali seperti semula. Dalam artian tempat berkumpulnya warga, berkegiatan ekonomi (dan) berkegiatan sosial. Bentuknya (dan) rancangannya. Nah, itu kita buat bersama-sama," kata Anies saat mendatangi Kampung Akuarium, Sabtu (14/4/2018). .

Konsep rumah impian warga

Pada Sabtu, Anies menerima konsep rumah baru untuk Kampung Akuarium dari warga. Maket rumah yang diberikan kepada Anies terdiri atas rumah tak bertingkat dan bertingkat dua serta berkonsep rumah panggung.

Adapun rumah panggung merupakan hasil diskusi bersama warga. Selain karena bermodel mirip dengan yang dulu, warga menginginkan adanya ruang parkir di bawah rumah.

Masyarakat ingin memanfaatkan ruang di bawah rumah menjadi ruang parkir kendaraan dan sarana usaha mereka sepertu becak atau gerobak.

Rumah berwarna cokelat muda tersebut didesain sederhana dengan satu pintu dan tiga jendela.

Bentuk tersebut berbeda dengan hunian sementara warga Kampung Akuarium saat ini yang tinggal di shelter.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X