Ayah yang Anaknya Ditelanjangi di Bekasi Enggan Cabut Laporan - Kompas.com

Ayah yang Anaknya Ditelanjangi di Bekasi Enggan Cabut Laporan

Kompas.com - 16/04/2018, 11:39 WIB
Sudirman (50) ayah AJ, bocah yang jadi korban persekusi di Bekasi Utara saat ditemui Kamis (12/4/2018)Kompas.com/Setyo Adi Sudirman (50) ayah AJ, bocah yang jadi korban persekusi di Bekasi Utara saat ditemui Kamis (12/4/2018)

BEKASI, KOMPAS.com — Sudirman (50), ayah dari bocah yang mengalami persekusi di Bekasi Utara, Jawa Barat, menyatakan, tetap melanjutkan proses hukum kasus persekusi yang menimpa putranya, AJ (12).

AJ bersama temannya, H, mengalami persekusi akibat diduga mencuri sebuah jaket milik warga bernama Nur alias Tuyul (40), Minggu (8/4/2018). Mereka ditelanjangi, diarak, dan mendapat kekerasan akibat tuduhan tersebut.

Sudirman enggan mencabut laporan di kepolisian meski ada permintaan dari pihak pelaku. "Sudah dalam proses. Sudah ditangani sama KPAD dan polres, telanjur," kata Sudirman kepada Kompas.com, Senin (16/4/2018).

Baca juga: Keluarga Bocah Korban Persekusi di Bekasi Utara Ditekan untuk Cabut Laporan Polisi

Orangtua pelaku dan tokoh masyarakat sebelumnya mendatangi rumah Sudirman, Sabtu (14/4/2019), dan meminta agar dia mencabut laporan. Mereka meminta agar masalah persekusi tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Sudirman mengatakan, dia sebelumnya sudah memberikan waktu bagi pelaku untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Waktu yang diberikan terhitung sejak Minggu waktu kejadian hingga akhirnya dia melaporkan kejadian tersebut pada Kamis (12/4/2018).

"Dari kejadian hari Minggu, baru hari Kamis naik (proses hukum). Sudah lima harian ada (diberi waktu). Jadi, dari sana sudah enggak ada iktikad baik untuk datang sendiri," ujar Sudirman.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Persekusi Bocah yang Ditelanjangi di Bekasi

Kasus yang menimpa kedua bocah tersebut terjadi tepatnya di depan Masjid Al Abror, Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara, Jawa Barat.

Dalam kasus ini, Polres Metro Bekasi Kota menangkap pelaku Nur alias Tuyul (40) dan masih mencari dua orang lain yang terlibat dalam persekusi tersebut. Pelaku disangkakan Pasal 170 KUHP tentang melakukan kekerasan bersama-sama di muka umum dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.


Kompas TV Sang ketua RT berinisial G terbukti melakukan penganiayaan, perbuatan tidak menyenangkan, dan penyebaran konten porno.

Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X