Pemprov DKI Klaim Punya Bukti Diskotek Exotic Biarkan Peredaran Narkoba

Kompas.com - 16/04/2018, 18:36 WIB
Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiarti saat diwawancarai di Balai Kota DKI, Senin (2/4/2018).Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiarti saat diwawancarai di Balai Kota DKI, Senin (2/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mengklaim pihaknya mengantongi bukti Diskotek Exotic membiarkan peredaran narkoba. Salah satunya data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI.

"Kami juga melakukan ini (penutupan) berdasarkan beberapa data ya. Data dari BNNP, ya kan. Kalau sudah ada berita seperti itu kan kami juga enggak sembarangan gitu, loh. Ini pembelajaran buat semua, jangan sampai terjadi hal-hal seperti itu," kata Tinia ketika dihubungi, Senin (16/4/2018).

Pemprov DKI Jakarta mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) Diskotek Exotic setelah seorang pengunjung ditemukan meninggal pada 2 April 2018 diduga overdosis narkotika.

Namun Kepala Humas Diskotek Exotic Tete Martadilaga membantah pengunjung yang meninggal dunia di tempat hiburan itu disebabkan overdosis, melainkan karena riwayat penyakit jantung. Hal ini didapatkan dari hasil penyelidikan Polsek Sawah Besar.

Baca juga : Diskotek Exotic: Saya Heran, Gubernur Bukan Menunggu Hasil Penyelidikan

Tinia mengatakan tewasnya pengunjung bukan hanya satu-satunya alasan pihaknya berani menutup Exotic. Ia menyebut Exotic sudah lama diintai dan ia memegang bukti adanya peredaran di tempat itu.

"Enggak mungkin lah hanya sekadar meninggal lalu kita tutup, kan pasti ada data-data. tapi nggak mungkin data itu kita sebarluaskan. itu kan bukan untuk pemberitaan," kata Tinia.

"Yang jelas pemprov DKI Jakarta sudah memeroleh data sehingga cukup sudah untuk mengambil keputusan itu tadi (menutup)," ucapnya.

Baca juga : Manajemen Sebut Pria yang Meninggal di Diskotek Exotic karena Sakit Jantung


Terkini Lainnya

Lama Buat Pesanan, Penjual Pecel Lele Dikeroyok Pembelinya di Bekasi

Lama Buat Pesanan, Penjual Pecel Lele Dikeroyok Pembelinya di Bekasi

Megapolitan
Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Bobol ATM untuk Transaksi Bitcoin

Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Bobol ATM untuk Transaksi Bitcoin

Megapolitan
Dua Anak Balita Kakak Beradik Tewas Terbakar di Dalam Mobil yang Rusak

Dua Anak Balita Kakak Beradik Tewas Terbakar di Dalam Mobil yang Rusak

Regional
Bermain di Pantai usai Ujian, 13 Siswa SMA Disuruh Pulang oleh Polisi Syariat

Bermain di Pantai usai Ujian, 13 Siswa SMA Disuruh Pulang oleh Polisi Syariat

Regional
BPN: Dukungan Erwin Aksa Semakin Menguatkan Posisi Prabowo-Sandiaga

BPN: Dukungan Erwin Aksa Semakin Menguatkan Posisi Prabowo-Sandiaga

Nasional
Jokowi 'Groundbreaking' MRT Fase II pada 24 Maret 2019

Jokowi "Groundbreaking" MRT Fase II pada 24 Maret 2019

Nasional
Wapres Sebut Penghapusan Ujian Nasional Membahayakan Kualitas Pendidikan

Wapres Sebut Penghapusan Ujian Nasional Membahayakan Kualitas Pendidikan

Nasional
Bocah 9 Tahun Berkeliling Bagikan Uang Tabungan Orangtuanya ke Orang Asing

Bocah 9 Tahun Berkeliling Bagikan Uang Tabungan Orangtuanya ke Orang Asing

Internasional
Siswa Lulus SNMPTN Tidak Diijinkan Ikut SBMPTN 2019

Siswa Lulus SNMPTN Tidak Diijinkan Ikut SBMPTN 2019

Edukasi
Ramyadjie Priambodo Dapat Data Nasabah dari Komunitas di 'Black Market'

Ramyadjie Priambodo Dapat Data Nasabah dari Komunitas di "Black Market"

Megapolitan
Anies Ajukan Proyek Infrastruktur ke Jokowi Senilai Rp 571 Triliun

Anies Ajukan Proyek Infrastruktur ke Jokowi Senilai Rp 571 Triliun

Megapolitan
Menurut LSI, Prabowo-Sandi Dirugikan jika Kalangan Terpelajar Banyak yang Golput

Menurut LSI, Prabowo-Sandi Dirugikan jika Kalangan Terpelajar Banyak yang Golput

Nasional
Korban Aksi Teror Masjid Selandia Baru Ini Ingin Peluk Teroris Pembunuh Istrinya

Korban Aksi Teror Masjid Selandia Baru Ini Ingin Peluk Teroris Pembunuh Istrinya

Internasional
Pelajar SMK yang Ditangkap Polisi Jual Tembakau Gorila Racikannya Via Online

Pelajar SMK yang Ditangkap Polisi Jual Tembakau Gorila Racikannya Via Online

Regional
6.831 Orang Mengungsi akibat Bencana Banjir Bandang di Sentani Jayapura

6.831 Orang Mengungsi akibat Bencana Banjir Bandang di Sentani Jayapura

Nasional

Close Ads X