Cabuli Istri Tetangga, Pria di Kebon Jeruk Dijebloskan ke Tahanan

Kompas.com - 16/04/2018, 20:47 WIB
Ilustrasi pencabulan.Kompas.com/ Ericssen Ilustrasi pencabulan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap DM (23) yang diduga telah mencabuli IF (35), tetangga kamar kosnya, di Jalan Inpres, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/4/2018) lalu.

"Pelaku ini dapat dikategorikan pelaku perbuatan cabul dengan menyetubuhi korbannya dan melakukan asusila secara paksa," kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Bambang Sugiharto, di Mapolsek Kebon Jeruk, Senin.

Bambang menjelaskan, kejadian bermula saat korban meminta bantuan tersangka untuk mengangkat air galon di kamar kosnya. Korban baru satu bulan di sana, sementara tersangka sudah lama tinggal di tempat itu.

Karena tersangka tak kunjung muncul, korban mendatangi kamar kos DM dan ternyata DM baru selesai mandi. Saat itu pelaku hanya memakai pakaian dalam.

Menurut keterangan tersangka, waktu kejadian korban tak memberikan penolakan ketika dirinya berusaha mendekati.

Tersangka mengaku tahu bahwa korban telah berkeluarga dan punya tiga anak. Menurut tersangka, aksi mereka terhenti saat korban pamit karena mendengar suara tangis anaknya. 

"Saya enggak ada ancam yang aneh-aneh. Cuma dia bilang 'udah anak gua nangis'," katanya.

Peristiwa itu kemudian diketahui suami korban yang kemudian melaporkan DM ke Polsek Kebon Jeruk dengan tuduhan pencabulan.

Tersangka yang bekerja sebagai petugas di sebuah toko tekstil di kawasan Tanah Abang merasa menyesal.

"Saya merasa bersalah. Nyesel. Tadinya saya enak kerja, jadi begini," katanya.

 DM kini ditahan di Polsek Kebun Jeruk dan dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang tindak pencabulan dengan ancaman pidana maksimal selama 9 tahun penjara. Polisi mengamankan pakaian keduanya dan sprei di kamar tersangka.


Terkini Lainnya

Lama Buat Pesanan, Penjual Pecel Lele Dikeroyok Pembelinya di Bekasi

Lama Buat Pesanan, Penjual Pecel Lele Dikeroyok Pembelinya di Bekasi

Megapolitan
Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Bobol ATM untuk Transaksi Bitcoin

Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Bobol ATM untuk Transaksi Bitcoin

Megapolitan
Dua Anak Balita Kakak Beradik Tewas Terbakar di Dalam Mobil yang Rusak

Dua Anak Balita Kakak Beradik Tewas Terbakar di Dalam Mobil yang Rusak

Regional
Bermain di Pantai usai Ujian, 13 Siswa SMA Disuruh Pulang oleh Polisi Syariat

Bermain di Pantai usai Ujian, 13 Siswa SMA Disuruh Pulang oleh Polisi Syariat

Regional
BPN: Dukungan Erwin Aksa Semakin Menguatkan Posisi Prabowo-Sandiaga

BPN: Dukungan Erwin Aksa Semakin Menguatkan Posisi Prabowo-Sandiaga

Nasional
Jokowi 'Groundbreaking' MRT Fase II pada 24 Maret 2019

Jokowi "Groundbreaking" MRT Fase II pada 24 Maret 2019

Nasional
Wapres Sebut Penghapusan Ujian Nasional Membahayakan Kualitas Pendidikan

Wapres Sebut Penghapusan Ujian Nasional Membahayakan Kualitas Pendidikan

Nasional
Bocah 9 Tahun Berkeliling Bagikan Uang Tabungan Orangtuanya ke Orang Asing

Bocah 9 Tahun Berkeliling Bagikan Uang Tabungan Orangtuanya ke Orang Asing

Internasional
Siswa Lulus SNMPTN Tidak Diijinkan Ikut SBMPTN 2019

Siswa Lulus SNMPTN Tidak Diijinkan Ikut SBMPTN 2019

Edukasi
Ramyadjie Priambodo Dapat Data Nasabah dari Komunitas di 'Black Market'

Ramyadjie Priambodo Dapat Data Nasabah dari Komunitas di "Black Market"

Megapolitan
Anies Ajukan Proyek Infrastruktur ke Jokowi Senilai Rp 571 Triliun

Anies Ajukan Proyek Infrastruktur ke Jokowi Senilai Rp 571 Triliun

Megapolitan
Menurut LSI, Prabowo-Sandi Dirugikan jika Kalangan Terpelajar Banyak yang Golput

Menurut LSI, Prabowo-Sandi Dirugikan jika Kalangan Terpelajar Banyak yang Golput

Nasional
Korban Aksi Teror Masjid Selandia Baru Ini Ingin Peluk Teroris Pembunuh Istrinya

Korban Aksi Teror Masjid Selandia Baru Ini Ingin Peluk Teroris Pembunuh Istrinya

Internasional
Pelajar SMK yang Ditangkap Polisi Jual Tembakau Gorila Racikannya Via Online

Pelajar SMK yang Ditangkap Polisi Jual Tembakau Gorila Racikannya Via Online

Regional
6.831 Orang Mengungsi akibat Bencana Banjir Bandang di Sentani Jayapura

6.831 Orang Mengungsi akibat Bencana Banjir Bandang di Sentani Jayapura

Nasional

Close Ads X