Kompas.com - 17/04/2018, 13:03 WIB
Azka (6) sudah ceria kembali setelah dua hari mengalami trauma pasca kebakaran di Jalam Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pekan lalu. Foto diambil Senin (2/4/2018). RIMA WAHYUNINGRUMAzka (6) sudah ceria kembali setelah dua hari mengalami trauma pasca kebakaran di Jalam Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pekan lalu. Foto diambil Senin (2/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Taman Kota yang menjadi korban kebakaran menolak tawaran pemerintah untuk direlokasi ke Rumah Susun Jatinegara Kaum, di Jakarta Timur. Pasalnya, warga yang mendiami daerah Kembangan, Jakarta Barat itu merasa rusun yang ditawarkan letaknya jauh.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pengembangan Peran Serta Masyarakat dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Surahman. Menurut Surahman, penolakan warga Taman Kota itu terjadi saat pihaknya menyosialisasikan Rusun Jatinegara Kaum kepada mereka.

Sementara pihak Pemkot Jakarta Barat, disebut menginginkan agar warga direlokasi ke rusun yang dekat dengan kediaman awal, yakni Rusun Rawa Buaya, di Cengkareng, Jakarta Barat. "Kalau memang warga, atau walikota, camat, dan lurah, menginginkan Rusun Rawa Buaya, buat kami siap," kata Surahman, kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2018).

Baca juga : Korban Kebakaran Taman Kota Tolak Direlokasi ke Rusun Rawa Buaya

Padahal, Surahman menyatakan, Rusun Jatinegara Kaum yang ditawarkan ke warga sebenarnya punya lokasi strategis. Rusun tersebut juga sudah siap dihuni.

Pihaknya menyediakan 1 blok di rusun itu, ukuran tipe 36, dengan 2 ruang kamar, untuk warga. Kemudian, fasilitas lainnya yaitu layanan Transjakarta gratis untuk warga rusun mulai pukul 05.00 WIB-21.00 WIB, serta jarak tempuh yang dekat dengan Stasiun Klender.

Sementara itu, jika warga Taman Kota menginginkan menempati Rusun Rawa Buaya, mereka harus membayar tarif sewa yang lebih mahal dari Rusun Jatinegara Kaum. "Kalau Rawa Buaya itu tower. Dari tarif beda dengan Rusun Jatinegara Kaum. Blok lebih murah, tower lebih mahal," ujar Surahman.

Baca juga : Sandiaga: Lokasi Bekas Kebakaran Taman Kota Dijadikan Fasos/Fasum

Tarif Rusun Jatinegara Kaum tipe 36 untuk warga umum dikenakan Rp 310.000-Rp 508.000. Sedangkan untuk warga relokasi, dikenakan tarif Rp 150.000-380.000.

Namun, Surahman belum bisa menginformasikan tarif sewa untuk Rusun Rawa Buaya. "Belum bisa diinformasikan karena masih dalam draft," tambahnya.

Diketahui, sebanyak 120 KK menjadi korban kebakaran di Jalan Perumahan Taman Kota, RT 016 RW 005, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis (29/3/2018).

Saat ini, mereka kembali tinggal di rumah beralas puing bekas kebakaran, dan ada juga yang mengontrak di tempat lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Penyekatan Jalur Mudik, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di GT Cikarang Barat dan Cikupa

Hari Pertama Penyekatan Jalur Mudik, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di GT Cikarang Barat dan Cikupa

Megapolitan
Saksi Sebut Pihak Keamanan Pernah Bilang Rizieq Tak Perlu Ganti Rugi Kerusakan di Bandara Soekarno-Hatta

Saksi Sebut Pihak Keamanan Pernah Bilang Rizieq Tak Perlu Ganti Rugi Kerusakan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Cegah Pemudik, Polisi Bangun Pos Pengamanan di Jalan Perintis Kemerdekaan

Cegah Pemudik, Polisi Bangun Pos Pengamanan di Jalan Perintis Kemerdekaan

Megapolitan
Tepergok Bawa Kabur Kalung Emas, Seorang Pencuri Dikejar dan Ditangkap Warga di Ciputat

Tepergok Bawa Kabur Kalung Emas, Seorang Pencuri Dikejar dan Ditangkap Warga di Ciputat

Megapolitan
Pemprov DKI Pertimbangkan Usulan Polda soal Penutupan Tempat Wisata Saat Lebaran

Pemprov DKI Pertimbangkan Usulan Polda soal Penutupan Tempat Wisata Saat Lebaran

Megapolitan
Hari Ini Terminal Tanjung Priok Tutup Layanan Operasional Bus AKAP

Hari Ini Terminal Tanjung Priok Tutup Layanan Operasional Bus AKAP

Megapolitan
Video Viral Pekerja Protes Penyekatan Jalur Mudik di GT Cikarang, Ini Kata Polisi

Video Viral Pekerja Protes Penyekatan Jalur Mudik di GT Cikarang, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Bacok Anak Buah Nus Kei, Anak Buah John Kei: Saya Refleks, Saya Harus Jaga Diri

Bacok Anak Buah Nus Kei, Anak Buah John Kei: Saya Refleks, Saya Harus Jaga Diri

Megapolitan
Ketum PA 212 Sebut Rizieq Shihab Sering Beri Arahan soal Protokol Kesehatan dari Arab Saudi

Ketum PA 212 Sebut Rizieq Shihab Sering Beri Arahan soal Protokol Kesehatan dari Arab Saudi

Megapolitan
17 Kafe yang Sediakan Kamar untuk Kencan di Lokalisasi Gang Royal Ditertibkan

17 Kafe yang Sediakan Kamar untuk Kencan di Lokalisasi Gang Royal Ditertibkan

Megapolitan
Lokalisasi Gang Royal Penjaringan Digerebek, Ada Kamar Bawah Tanah untuk Kencan

Lokalisasi Gang Royal Penjaringan Digerebek, Ada Kamar Bawah Tanah untuk Kencan

Megapolitan
Saat Roni Berbesar Hati Maafkan dan Minta Pemuda Arogan di Masjid Bekasi Jadi Duta Masker

Saat Roni Berbesar Hati Maafkan dan Minta Pemuda Arogan di Masjid Bekasi Jadi Duta Masker

Megapolitan
Ketum PA 212: Pegawai Bandara hingga Anggota TNI Polri Juga Antusias Sambut Kedatangan Rizieq Shihab

Ketum PA 212: Pegawai Bandara hingga Anggota TNI Polri Juga Antusias Sambut Kedatangan Rizieq Shihab

Megapolitan
Upaya Menekan Laju Warga Saat Larangan Mudik 6-17 Mei: Tol Ditutup, Layanan KA Dibatasi, Penjagaan Polisi

Upaya Menekan Laju Warga Saat Larangan Mudik 6-17 Mei: Tol Ditutup, Layanan KA Dibatasi, Penjagaan Polisi

Megapolitan
Ketua PA 212 dan Eks Ketua FPI Jadi Saksi Meringankan untuk Rizieq Shihab dalam Sidang Kasus Kerumunan

Ketua PA 212 dan Eks Ketua FPI Jadi Saksi Meringankan untuk Rizieq Shihab dalam Sidang Kasus Kerumunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X