Kampung Akuarium Dibongkar dan Dibangun Kembali, Ini Kata Wali Kota

Kompas.com - 17/04/2018, 13:29 WIB
Suasana warga saat menempati shelter di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang  bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah. MAULANA MAHARDHIKASuasana warga saat menempati shelter di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampung Akuarium dibongkar dan dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dulu, kawasan tersebut dibongkar karena merupakan lahan milik pemerintah. Lalu, kenapa kini pemerintah sendiri yang membangun kembali?

Terkait hal tersebut, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad mengatakan, dirinya belum menjabat ketika Kampung Akuarium dibongkar.

"Dulu, kan, saya belum di sini," ujar Husein di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Selasa (17/4/2018).


Meski begitu, ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan membangun kembali Kampung Akuarium, Husein sudah menjadi wali kota.

Baca juga: Pembangunan Kampung Akuarium Tunggu Kesepakatan Warga

Husein mengatakan, Kampung Akuarium dibangun kembali untuk memanusiakan warga yang bertahan di sana setelah penertiban. Selter memang sudah dibangun di tempat tersebut untuk menjadi tempat tinggal sementara warga.

"Kan, Pak Gubernur sudah menjelaskan, itu akan dibangun sementara supaya mereka lebih manusiawi tinggalnya," ujar Husein.

Untuk konsep pembangunan sebelumnya, akan dirumuskan melalui community action plan (CAP). Husein mengatakan, konsepnya akan dirumuskan banyak kalangan, mulai dari unsur pakar, pemerintah, hingga masyarakat.

Baca juga: Kampung Akuarium Aset DKI, Mungkinkah Dibangun Rumah untuk Warga?

Husein enggan membahas soal salah atau benar dalam pembangunan kembali kawasan ini. Menurut dia, hal yang paling penting adalah mengangkat harkat warga yang tinggal di sana. Selama ini, warga bertahan hidup di atas tenda-tenda yang tidak layak.

"Bukan soal benar atau salah, yang jelas orang di sana itu harus diangkat harkat dan martabatnya, lebih dimanusiakan. Sasaran Pak Gubernur, kan, di manusia," ujar Husein.

Baca juga: Kampung Akuarium yang Dihancurkan dan Dibangun Kembali Pemprov DKI...

Husein mengatakan, sekarang warga bahagia tinggal di sana. Mereka kini memiliki tempat tinggal yang lebih layak, ketersediaan air dan listrik, serta fasilitas MCK. Tempat tinggal itu juga lebih dekat dengan lokasi kerja mereka.

"Sekarang mereka sudah nyaman di sana. Mereka happy, kok, dengan dibangunkan selter karena umumnya mata pencarian mereka terkait pantai dan laut. Mereka ingin tidak jauh-jauh," ujar Husein.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana Jadi Cepat

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana Jadi Cepat

Megapolitan
Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Megapolitan
Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Megapolitan
Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Megapolitan
Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Megapolitan
Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Megapolitan
Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Megapolitan
Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Megapolitan
Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Megapolitan
Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Megapolitan
FITRA: Anggota DPRD Boleh Buka Anggaran, Itu Dokumen Publik

FITRA: Anggota DPRD Boleh Buka Anggaran, Itu Dokumen Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X