Keluarga Sebut Kembalinya Ahok ke Politik Tergantung Masyarakat - Kompas.com

Keluarga Sebut Kembalinya Ahok ke Politik Tergantung Masyarakat

Kompas.com - 17/04/2018, 17:17 WIB
Kuasa hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok, Fifi Lety  Indra mempertanyakan alasan cepatnya PK Ahok diputus Mahmakah Agung. Fifi membandingkan PK Ahok dengan PK mantan Ketua KPK Antasari Azhar, Kamis (5/4/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Kuasa hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fifi Lety Indra mempertanyakan alasan cepatnya PK Ahok diputus Mahmakah Agung. Fifi membandingkan PK Ahok dengan PK mantan Ketua KPK Antasari Azhar, Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Adik kandung sekaligus pengacara Basuki Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra, mengatakan, kemungkinan Ahok untuk kembali berkarier di dunia politik bergantung pada masyarakat Indonesia.

"Saya rasa memang masyarakat kita lagi, tergantung kedewasaan. Lihat saja, Pak Ahok sudah melakukan begitu banyak sebagai gubernur DKI, sebagai bupati juga," kata Fifi.

Hal itu diungkapkan Fifi dalam talkshow Catatan Najwa, yang diunggah di saluran YouTube Najwa Shihab, Senin (16/4/2018) kemarin.

Baca juga : Fifi Harus Kehilangan Banyak Klien karena Ingin Bantu Ahok

Ia mengatakan, dua kakak kandungnya, Basuki dan Basuri, gagal dalam dunia politik karena isu yang sama. Menurut dia, tidak ada gunanya apabila Ahok kembali ke dunia politik di tengah situasi masyarakat yang terkotak-kotak.

"Kalau masyarakat kita belum dewasa, dan masih mengkotakkan orang atas suku bangsa, dan kemudian masih isu agama yang dibawa, masih isu ya, seperti ini sekarang, ngga akan ada gunanya," kata Fifi.

Baca juga : Fifi Kemukakan Alasan Ahok Menangis Saat Bacakan Eksepsi

Fifi mengkhawatirkan, kembalinya Ahok ke panggung politik dapat menimbulkan keributan dalam kehidupan berpolitik masyarakat.

Pada 2017, Ahok divonis dua tahun penjara karena dianggap terbukti melakukan penodaan agama. Saat ini Ahok menjalani masa tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Ahok sempat mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA menolak PK tersebut.

 


Komentar

Close Ads X