Marah Dimasukkan ke Grup WhatsApp LGBT, Pria Ini Bunuh Seorang Warga di Cawang - Kompas.com

Marah Dimasukkan ke Grup WhatsApp LGBT, Pria Ini Bunuh Seorang Warga di Cawang

Kompas.com - 17/04/2018, 17:27 WIB
Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Petrus Paulus Ualubun (21) nekat membunuh seorang pria di Cawang, Jakarta Timur, Senin (16/4/2018) lantaran marah dengan korban.

"Motifnya sakit hati. Intinya yang bersangkutan dimasukkan korban ke dalam grup WhatsApp LGBT, karena dia bukan penganut LGBT, kan, dia marah," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Menurut Argo, di dalam grup tersebut, pelaku diminta mengirimkan foto tak senonoh yang membuatnya tersinggung.

"Jadi intinya dia sakit hati. Korban diajak bertemu, dianiaya dan meninggal," katanya. 

Baca juga: Mayat Warga Tanjung Priok Ditemukan Tergeletak dengan Luka Tusuk di Cawang

Jenazah Ali ditemukan bersimbah darah di Gang Waru, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramajati, Jakarta Timur, Senin (16/4/2018) malam.

Saat ditemukan, jenazah warga Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut mengenakan kemeja lengan panjang dengan beberapa luka akibat senjata tajam.

Luka itu di pergelangan tangan kiri, pelipis kiri, mata kiri, dada kanan, punggung kanan, hingga paha kanan.

Pembunuh Ali ditangkap di daerah Cikarang, Jawa Barat, oleh anggota Reskrim Polres Jaktim yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Sapta Maulana Marpaung.

"Penangkapan pelaku dilakukan Selasa (17/5/2018) pagi di tempat kakaknya di kawasan Cikarang Selatan," ujar Argo.

Kompas TV Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim dokter, korban meninggal dunia akibat keracunan minuman keras jenis ginseng.


Komentar

Terkini Lainnya

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi 'Presidential Threshold'

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi "Presidential Threshold"

Nasional
Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional
Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Regional

Close Ads X