Kata Ahli, Aman Abdurrahman Gerakkan Bom Thamrin dari Lapas Nusakambangan

Kompas.com - 17/04/2018, 17:50 WIB
Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia Solahudin saat bersaksi sebagai saksi ahli dalam sidang kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada 2016 dengan terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia Solahudin saat bersaksi sebagai saksi ahli dalam sidang kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada 2016 dengan terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI) Solahudin mengatakan, terdakwa Aman Abdurrahman menggerakkan aksi peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada 2016 dari dalam Lapas Kembangkuning Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Perintah pertama yang saya ketahui dari hasil penelitian saya, aksi (bom) Thamrin perintahnya datang dari Lapas Kembangkuning," kata Solahudin saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Ia menjelaskan, salah satu pelaku bom Thamrin, Abu Gar, datang ke Lapas Kembangkuning Nusakambangan untuk menjenguk Aman yang ditahan di sana.

Baca juga: Terdakwa Bom Thamrin Akui Kritisi Bom Bunuh Diri di Polres Cirebon

Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.
Saat dikunjungi Abu Gar, Aman memberitahukan ada perintah melakukan aksi yang mereka sebut amaliyah.

"Waktu itu terdakwa mengatakan, ada perintah dari umaroh, sebutan ISIS yang ada di Irak dan Suriah. Salah satu perintah umaroh adalah untuk melakukan amaliyah di Indonesia," ujarnya. 

Meski demikian, Solahudin menyebut Aman tidak mengetahui teknis pelaksanaan teror bom Thamrin yang diledakkan pada 14 Januari 2016 itu.

Baca juga: Penyerang Mapolda Sumut Peluk dan Cium Pipi Terdakwa Bom Thamrin

"Untuk teknis lebih detailnya, saya yakin saudara terdakwa tidak mengetahui karena itu dilakukan Iwan Darmawan alias Rois," ucapnya.

Adapun Aman Abdurrahman dalam kasus ini didakwa menggerakkan orang untuk melakukan berbagai aksi terorisme, termasuk bom Thamrin.

Aman menggerakkan orang untuk melakukan teror dengan berceramah. Materi ceramah itu diambil dari buku seri materi tauhid karangannya sendiri.


Terkini Lainnya

Selundupkan Embrio Manusia Hidup ke India, Pria Malaysia Ditangkap

Selundupkan Embrio Manusia Hidup ke India, Pria Malaysia Ditangkap

Internasional
Pasukan Demokratik Suriah Rebut Bangunan di Benteng Terakhir ISIS

Pasukan Demokratik Suriah Rebut Bangunan di Benteng Terakhir ISIS

Internasional
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pembajakan Truk Tangki Pertamina

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pembajakan Truk Tangki Pertamina

Megapolitan
Empat Warga Rumania Pelaku Skimming Merupakan Residivis di Negara Asal

Empat Warga Rumania Pelaku Skimming Merupakan Residivis di Negara Asal

Regional
Bawa Pengurus HKTI ke Istana, Moeldoko Sampaikan Dukungan Politik untuk Jokowi

Bawa Pengurus HKTI ke Istana, Moeldoko Sampaikan Dukungan Politik untuk Jokowi

Nasional
DPRD Minta Tarif Gratis untuk Warga Jakarta, PT MRT dan LRT Ikut Pemprov DKI

DPRD Minta Tarif Gratis untuk Warga Jakarta, PT MRT dan LRT Ikut Pemprov DKI

Megapolitan
Bobol ATM, Empat Warga Rumania Ditangkap di Bali

Bobol ATM, Empat Warga Rumania Ditangkap di Bali

Regional
Seorang Murid Hajar Kepala Sekolah, Ribut Saat Ujian hingga Marah karena Orangtua Dipanggil ke Sekolah

Seorang Murid Hajar Kepala Sekolah, Ribut Saat Ujian hingga Marah karena Orangtua Dipanggil ke Sekolah

Regional
Seorang Caleg Otaki Pencurian dengan Modus Gembos Ban Mobil

Seorang Caleg Otaki Pencurian dengan Modus Gembos Ban Mobil

Regional
Mahfud MD: Jauh Sebelum Romy Kena OTT, Saya Sudah Ingatkan...

Mahfud MD: Jauh Sebelum Romy Kena OTT, Saya Sudah Ingatkan...

Regional
91 Kali Bobol ATM, Ramyadjie Priambodo Dapat Rp 300 Juta

91 Kali Bobol ATM, Ramyadjie Priambodo Dapat Rp 300 Juta

Megapolitan
Pilihan Jurusan Kuliah Kedokteran di Beasiswa Santri! Tertarik? (2)

Pilihan Jurusan Kuliah Kedokteran di Beasiswa Santri! Tertarik? (2)

Edukasi
Tak Kunjung Pulang, Satu Keluarga Nelayan di Bima Dilaporkan Hilang

Tak Kunjung Pulang, Satu Keluarga Nelayan di Bima Dilaporkan Hilang

Regional
33 Jenazah Korban Banjir Bandang di Jayapura Diidentifikasi, Berikut Nama-namanya

33 Jenazah Korban Banjir Bandang di Jayapura Diidentifikasi, Berikut Nama-namanya

Regional
Pilihan Jurusan Kuliah Kedokteran di Beasiswa Santri! Tertarik? (1)

Pilihan Jurusan Kuliah Kedokteran di Beasiswa Santri! Tertarik? (1)

Edukasi

Close Ads X