KWK Minta Usulan Kenaikan Tarif OK Otrip Tak Hanya di Tanah Abang

Kompas.com - 17/04/2018, 22:57 WIB
Trayek 3 OK OTrip Jakarta Selatan dengan rute Lebak Bulus-Pondok Labu mulai diuji coba, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOTrayek 3 OK OTrip Jakarta Selatan dengan rute Lebak Bulus-Pondok Labu mulai diuji coba, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengawas Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Abdul Ghofur menginginkan kenaikan tarif rupiah per kilometer angkutan yang ikut program OK Otrip tak hanya berlaku untuk angkot trayek Tanah Abang, tetapi semua trayek angkutan yang mengikuti OK Otrip di Jakarta.

Abdul mengatakan, setiap tarif harusnya berlaku sama antara operator yang satu dengan operator lainnya agar tidak ada kesenjangan.

Saat ini angkutan dengan sistem OK Otrip milik KWK beroperasi di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

KWK merupakan satu dari dua operator yang mengikuti uji coba OK Otrip. Empat operator angkot lainnya menolak mengikuti uji coba karena tidak setuju dengan tarif yang ditentukan.


"Ingin juga, itu jelas dan tuntutan juga. Sejarahnya tarif berlaku sama, yang diusulkn, dinegosiasi lewat prosedur LKPP hasil akhirnya berlaku sama," ujar Abdul saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/4/2018).

Baca juga : Transjakarta Berencana Naikkan Tarif Angkot OK Otrip Tanah Abang

Abdul mengatakan, kenaikan tarif itu bisa menutupi biaya operasional seperti bahan bakar minyak serta kebutuhan lainnya yang kini naik.

Selain minta disetarakan, Abdul juga berencana memberi usulan kepada Pemprov DKI Jakarta terkait target ritasi yang harus dipenuhi operator. Abdul mengusulkan agar ada batas atas dan bawah target ritasi.

Dalam uji coba sistem OK Otrip, operator angkot ditargetkan memenuhi 195 kilometer ritasi per hari.

Abdul mengatakan, cukup sulit memenuhi target tersebut. Selain karena kemacetan, jarak rute yang pendek membuat pencapaian ritasi juga sulit.

"Problem ritasi kan faktor kemacetan dan kilometer tempuh. Kilometer tempuh ada yang relatif pendek, sedang, panjang. Untuk asusmi mendapatkan 195 km itu pling tidak per 25 km. (Untuk) 25 km itu ritasinya minimal 8-9 rit. Kalau KWK ada yang tercapai ada yang tidak," ujar Abdul.

PT Transjakarta berencana menaikan tarif rupiah per kilometer bagi angkot OK Otrip trayek Tanah Abang. Kenaikan tarif tersebut dari Rp 3.459, menjadi Rp 3.739 per kilometer.

Saat ini uji coba OK Otrip masih berlangsung. Hanya ada dua operator angkot yang mengikuti uji coba tersebut, KWK dan Budi Luhur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X