Cerita Korban Bobol Kartu Kredit yang Terima Tagihan hingga Rp 55 Juta

Kompas.com - 18/04/2018, 08:33 WIB
IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan pembobol kartu kredit ditangkap pada Minggu (15/4/2018).

Berbekal data nasabah bank yang mereka beli dari sebuah situs, para pembobol dapat menggunakan kartu kredit nasabah untuk bertransaksi jual beli hingga tarik tunai uang.

Mereka dengan leluasa menggunakan kartu kredit yang tagihannya dikirimkan kepada nasabah resmi.

Seorang nasabah yang jadi korban, D, bercerita bahwa ia menerima tagihan kartu kredit hingga Rp 55 juta dalam kurun waktu satu bulan.


"Awalnya saya curiga karena ada tagihan telepon datang ke rumah saya. Padahal saya tidak pernah menggunakan operator telepon tersebut dan tidak pernah membayar tagihan telepon dengan kartu kredit," ujar D saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/4/2018) malam.

Kecurigaan D bertambah karena biasanya, kalaupun ia menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi, ia akan menerima pemberitahuan melalui surat elektronik.

"Saya sudah minta bank atur agar setiap saya transaksi, sistem billing-nya melalui email. Saya tidak pernah mendapatkan email tagihan akhir-akhir ini," kata dia.

Baca juga : Tak Ingin Kartu Kredit Dibobol? Perhatikan Hal Ini...

D mengatakan, dalam kurun waktu sebulan, ia tak pernah menggunakan kartu kreditnya. Ia pun heran mengapa ada tagihan yang dialamatkan kepadanya.

"Karena jarang pakai kartu kredit, saya juga enggak tahu waktu itu kartu kredit saya masih bisa digunakan tidak," ujar D.

Dengan berbagai kecurigaan tersebut, D melaporkan hal ini kepada pihak bank. Sesampainya di bank, ia terkejut saat ditunjukkan daftar tagihannya.

"Saya ditunjukkan oleh petugas kalau nilai transaksi saya sudah Rp 55 juta. Saya enggak pernah pakai padahal," kata dia.

Setelah ditelusuri, ternyata ada seseorang yang mengaku sebagai D telah mengganti kartu kredit meski masih atas nama D dengan dalih kartu rusak melalui telepon. Namun, alamat pengiriman kartu tak sesuai dengan alamat asli D.

"Bahkan kata petugas, pembobol itu menaikkan limit kartu kredit saya, makanya bisa transaksi banyak," ujar dia.

Beruntung, pihak bank tak meminta D membayar tagihan itu dan segera memblokir kartu kredit D untuk segera diperbaiki.

Baca juga : Ini Cara Pelaku Bobol Kartu Kredit Bermodalkan Data Nasabah Curian

Adapun jaringan pembobol kartu kredit ini menjalankan aksinya dengan sejumlah modus. Selain membobol kartu kredit korban seperti yang dialami D, pelaku menggunakan modus menelepon nasabah.

Mereka biasanya menginformasikan perbaikan kartu kredit, meminta kode ATP kartu, dan tanggal kedaluwarsa untuk dapat menguasai kartu.

"Kalau saya kebetulan tidak dihubungi pembobol. Jadi yang saya alami yang modus pembobol menelpon ke bank untuk ganti kartu," ujar D.



Terkini Lainnya

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan
Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Megapolitan
Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Megapolitan

Close Ads X