Penambahan Waktu Ganjil-Genap di Sudirman Juga demi Asian Games

Kompas.com - 23/04/2018, 11:59 WIB
Uji coba perpanjangan waktu pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor ganjil-genap di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin digelar Senin (23/4/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAUji coba perpanjangan waktu pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor ganjil-genap di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin digelar Senin (23/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Penerapan perpanjangan waktu pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap berdasarkan nomor pelat di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan penerapan sistem yang sama di ruas Tol Tangerang hingga Jagorawi merupakan bagian dari usaha pemerintah melakukan penataan sistem transportasi menjelang Asian Games 2018 pada Agustus.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan hal itu saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Senin (23/4/2018).

"Nanti akan ada Asian Games sehingga kami mulai menata transportasi di Jakarta. Ada KPI (key performance indicator) misalnya 30 menit harus sampai, kalau tidak jadwal fail, pertandingan berantakan," ujar Bambang.

Baca juga: Penambahan Waktu Ganjil Genap Sudirman-Thamrin Diharapkan Ubah Perjalanan Warga

Ia mengatakan, target kebijakan tersebut selesai disusun pada Juni dan mulai diuji coba pada Juli. Penerapan kebijakan akan dimulai pada Agustus atau saat digelarnya Asian Games.

"Dua minggu sebelum pertandingan dimulai akan diterapkan. Agar masyarakat terbiasa dengan kebijakan-kebijakan yang baru, mulai hari ini kami mulai melaksanakan kebijakan untuk tahapan di kemudian hari," kata Bambang.

Uji coba perpanjangan waktu sistem ganjil genap di Sudirman Thamrin digelar pada 23 April hingga 4 Mei 2018. Waktu sistem ganjil genap yang semula dimulai pukul 07.00-10.00 dimajukan menjadi 06.00-10.00.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di ruas Cawang akibat penerapan sistem ganjil genap di Tol Tangerang dan Jagorawi.

Asian Games 2018 akan digelar pada 18 Agustus sampai 2 September 2018.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Megapolitan
Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Megapolitan
Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Megapolitan
Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X