Dirlantas Polda Metro Jaya Akan Usulkan Konsep Penataan Tanah Abang kepada Pemprov DKI

Kompas.com - 23/04/2018, 14:23 WIB
Polantas dibantu petugas Dishub DKI mulai melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017). Kompas.com/David Oliver PurbaPolantas dibantu petugas Dishub DKI mulai melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, pihaknya segera meninjau kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan akan menyusun konsep penataannya.

"Kebetulan saya (sedang) di Semarang ini, jadi saya belum lihat langsung ke sana masalah Tanah Abang. Nanti setelah saya pulang saya akan kasih konsepnya menurut saya," ujar Yusuf ketika dihubungi Kompas.com, Senin (23/4/2018).

Ia melanjutkan, nantinya konsep tersebut akan ia komunikasikan bersama Pemprov DKI Jakarta untuk dibandingkan dengan konsep penataan yang telah diterapkan.

Baca juga: Kata Sandiaga, Pemprov DKI Sudah Kirim Jawaban ke Ombudsman soal Tanah Abang

"Kami, kan, sama-sama punya konsep, kemudian konsep itu nanti kami kombinasi terhadap dampak dan kerugiannya, kemudian kami ambil suatu kesimpulan. Nah, kesimpulannya tergantung pada beliau (Pemprov DKI), ya," katanya. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya berharap Kombes Yusuf bisa diajak bekerja sama dalam menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal ini, Yusuf mengaku siap memenuhi undangan Pemprov DKI untuk membicarakan masalah penataan Tanah Abang.

Baca juga: Sandiaga Akan Beri Jawaban atas Temuan Ombudsman soal Tanah Abang

"Bagus juga kalau (Pemprov DKI) mengundang saya. Jadi nanti kami punya konsep bahwa kebijakan yang diambil pemerintah DKI itu tidak menyalahi aturan dan itu bermanfaat juga untuk semuanya, begitu maksudnya," ujarnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Megapolitan
Hari Ini Hingga Lusa, Jabodatabek Diprediksi Diguyur Hujan Lebat

Hari Ini Hingga Lusa, Jabodatabek Diprediksi Diguyur Hujan Lebat

Megapolitan
Pria yang Mengamuk di Ponpes Tangerang Mengaku Dapat Bisikan Leluhur

Pria yang Mengamuk di Ponpes Tangerang Mengaku Dapat Bisikan Leluhur

Megapolitan
Loksem Kuliner di Menteng Ditutup karena Layani Dine-in

Loksem Kuliner di Menteng Ditutup karena Layani Dine-in

Megapolitan
Kampanye Pilkada Depok di Masa Pandemi, Pasangan Idris-Imam Optimalkan Platform Online

Kampanye Pilkada Depok di Masa Pandemi, Pasangan Idris-Imam Optimalkan Platform Online

Megapolitan
Cuti Kampanye Pilkada Depok, Idris Kembalikan Fasilitas Dinas untuk Wali Kota

Cuti Kampanye Pilkada Depok, Idris Kembalikan Fasilitas Dinas untuk Wali Kota

Megapolitan
Pria yang Mengamuk di Ponpes Al Istiqlalia Berperilaku Aneh Sepekan Terakhir

Pria yang Mengamuk di Ponpes Al Istiqlalia Berperilaku Aneh Sepekan Terakhir

Megapolitan
Kimia Farma: Tersangka Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Rugikan Banyak Pihak

Kimia Farma: Tersangka Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Rugikan Banyak Pihak

Megapolitan
Polisi Tangkap 17 Pelaku Judi Sabung Ayam di Pondok Aren

Polisi Tangkap 17 Pelaku Judi Sabung Ayam di Pondok Aren

Megapolitan
11 Wanita Diamankan di Kafe Musik dan Panti Pijat di Kebon Jeruk

11 Wanita Diamankan di Kafe Musik dan Panti Pijat di Kebon Jeruk

Megapolitan
Terobos Ponpes Al Istiqlalia, Pria Ini Mengamuk Setelah Dihalau Santri

Terobos Ponpes Al Istiqlalia, Pria Ini Mengamuk Setelah Dihalau Santri

Megapolitan
Tertinggi, 1.372 Orang Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang September

Tertinggi, 1.372 Orang Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang September

Megapolitan
Viral Foto Kerumunan Nikmati Musik Tanpa Masker, Kafe Broker Disegel

Viral Foto Kerumunan Nikmati Musik Tanpa Masker, Kafe Broker Disegel

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X