Dua Korban Ledakan Kapal Dishub Butuh Bedah Plastik

Kompas.com - 23/04/2018, 14:48 WIB
Dua korban meledaknya kapal Dishub di Pulau Panggang, Hari Wibowo dan Dani, masih dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (23/4/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DDua korban meledaknya kapal Dishub di Pulau Panggang, Hari Wibowo dan Dani, masih dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (23/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pasien korban meledaknya mesin kapal Dinas Perhubungan di Pulau Panggang, dipindah ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Minggu (22/4/2018) malam.

Kedua korban itu, Anton dan Rafael, dipindahkan untuk mendapatkan penangan bedah plastik.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja dr Dedy Setiawan mengatakan, kedua korban dipindahkan murni atas kemauan pasien.

"Ada dua orang itu dirujuk ke RSCM dengan tujuan sebenarnya itu keinginan pribadi dari pasiennya, karena punya teman dekat, kerabat, atau saudara, yang punya (praktik) bedah plastik," kata Dedy, kepada wartawan, Senin (23/4/2018).

Baca juga : Ini Kondisi Tiga Korban Ledakan Kapal Dishub yang Dirawat di RSUD Koja

Sehingga, pemindahan kedua korban bukan karena rumah sakitnya tidak punya fasilitas bedah plastik.

"Di (RSUD) Koja sebetulnya punya, ada bedah plastik yang bisa nanganin. Tetapi karena keinginan beliau, pasien, sehingga kami rujuk ke RSCM," ungkap Ded.

Baca juga : 4 Korban Kapal Dishub yang Meledak di Kepulauan Seribu Pulang dari RS

Sebelumnya, RSUD Koja menerima 9 pasien korban meledaknya mesin kapal Dishub, Minggu (22/4/2018) sore.

Meledaknya mesin kapal itu terjadi di Dermaga Utama Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Empat korban telah dipulangkan di hari yang sama. Tiga pasien masih menjalani rawat inap di rumah sakit itu.

Sementara dua lainnya dirujuk ke RSCM. Mesin kapal Dishub meledak diduga akibat korsleting aki.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X