Sopir yang Menyekap dan Ingin Perkosa Penumpangnya Gunakan Akun GrabCar Milik Ayah Tiri

Kompas.com - 26/04/2018, 13:54 WIB
Pada Kamis (26/4/2018) di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, polisi mengungkap kasus penyekapan, pencurian dan upaya pemerkosaan yang dilakukan oleh sopir Grab Car di Tambora, Jakarta Barat. KOMPAS.com/RIMA WAHYUNINGRUMPada Kamis (26/4/2018) di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, polisi mengungkap kasus penyekapan, pencurian dan upaya pemerkosaan yang dilakukan oleh sopir Grab Car di Tambora, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, sopir Grab Car berinisial LI (27) yang menyekap dan merampok warga Tambora, Jakarta Barat, berinisial SS (24), bukan sopir resmi.

Nama Gugus Gunawan yang terdapat pada aplikasi GrabCar adalah milik ayah tirinya.

"Catatan ini ternyata driver bukan driver resmi yang terdaftar di Grab. Tapi, ini yang terdata punya ayah tirinya. Saat ayah tirinya sedang istirahat, dipakailah untuk melakukan kejahatan," kata Hengki di Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (26/4/2018).

 Mobil yang digunakan adalah Karimun berpelat nomor B 2353 BZB. Ia melakukan aksi kejahatan bersama dua rekannya, yaitu SN (23) dan AP (23).


Mereka bekerja sama melakukan perampokan, penyekapan, dan upaya pemerkosaan terhadap SS pada Senin (23/4/2018).

Baca juga: Sopir GrabCar yang Sekap Penumpangnya Juga Berupaya Lakukan Pemerkosaan

Aksi tersebut kemudian dilaporkan SS ke Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (24/4/2018) dan polisi berhasil menangkap SN dan AP keesokan harinya di Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara pelaku utama, yakni LI, ditangkap di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis pukul 05.00 dini hari.

Pelaku melakukan perlawanan dan menabrak polisi saat pengejaran sehingga terkena tembakan terukur yang menyebabkan ia meninggal.

Baca juga: Sopir GrabCar dan 2 Rekannya yang Sekap Penumpang Positif Narkoba

Berangkat dari kejadian ini, Hengki mengimbau masyarakat pengguna aplikasi transportasi online lebih waspada. Salah satunya, mengecek kebenaran identitas sopir pada aplikasi dengan yang datang dan nomor kendaraan.

"Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejahatan seperti ini yang melibatkan ojek atau taksi online, baik yang menjadi korban pengemudi maupun penumpangnya," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Megapolitan
Kisah Penjaga Lintasan Kereta Tak Berpalang di Ancol, Lari-lari 500 Meter hingga Ribut dengan Pengendara 'Ngeyel'

Kisah Penjaga Lintasan Kereta Tak Berpalang di Ancol, Lari-lari 500 Meter hingga Ribut dengan Pengendara "Ngeyel"

Megapolitan
Untuk Pilkada Tangsel, Hanura Cari Kandidat yang Mau Dongkrak Kualitas SDM

Untuk Pilkada Tangsel, Hanura Cari Kandidat yang Mau Dongkrak Kualitas SDM

Megapolitan
Minta Pemulangan PMKS di Jakarta Digencarkan, Komisi E Soroti Pengemis Jutawan di Jaksel

Minta Pemulangan PMKS di Jakarta Digencarkan, Komisi E Soroti Pengemis Jutawan di Jaksel

Megapolitan
Kali Angke yang Sempit dan Penuh Sampah Jadi Kendala Tim SAR Cari Bocah yang Hanyut

Kali Angke yang Sempit dan Penuh Sampah Jadi Kendala Tim SAR Cari Bocah yang Hanyut

Megapolitan
Bocah yang Tenggelam di Kali Angke Ciputat Belum Ditemukan

Bocah yang Tenggelam di Kali Angke Ciputat Belum Ditemukan

Megapolitan
TPU Menteng Pulo 2 di Malam Hari, Jadi Tempat Kumpul Anak Muda hingga Narkoba

TPU Menteng Pulo 2 di Malam Hari, Jadi Tempat Kumpul Anak Muda hingga Narkoba

Megapolitan
Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Bikin Pergub soal Kriteria Warga Miskin

Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Bikin Pergub soal Kriteria Warga Miskin

Megapolitan
Viral Video Penumpang Merokok di KRL, PT KCI Sebut Itu Terjadi di Rute Tanah Abang-Rangkasbitung

Viral Video Penumpang Merokok di KRL, PT KCI Sebut Itu Terjadi di Rute Tanah Abang-Rangkasbitung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X