Kata Sandiaga, Pengusaha Salah Satu Faktor Rendahnya Serapan APBD DKI

Kompas.com - 26/04/2018, 15:45 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, penyerapan APBD DKI saat ini masih rendah.

Menurut Sandiaga, ada peran pengusaha yang membuat serapan anggaran menjadi rendah.

"Salah satu faktor utamanya kenapa kami (Pemprov DKI) lambat penyerapannya itu karena teman-teman juga, betul enggak? Ayolah, ngakulah. Jangan ada dusta di antara kita. Saya ini dulu pengusaha juga," ujar Sandiaga saat menyampaikan sambutan di Rapimprov Kadin di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Anies: Kalau Perencanaannya Matang, Serapan Anggarannya Ok

Sandiaga menambahkan, banyak pengusaha menghalalkan segala cara untuk mendapatkan proyek di Pemprov DKI. 

"Banyak yang sudah menang lelang di pengadaan barang dan jasa tidak bisa proses ke depan karena digangguin pengusaha yang kalah, betul enggak? Ayo dong, benar, ngaku gitu loh. Kita buka-bukaan saja," ucapnya. 

Sandiaga menuturkan, akibat proses lelang pengadaan barang dan jasa yang terhambat membuat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lambat menyerap anggaran.

Baca juga: Serapan Anggaran Terendah, Kadis Sumber Daya Air Bilang Butuh Waktu

"Kepala dinas itu takut, gamang karena pengusaha itu, kan, akalnya seribu. Pengusaha itu dilarang di sini, ke sini, ke sini, ke sini, akhirnya sampai juga dan lelangnya gagal, diulang lagi. Yang menang lelang kemarin usahanya A, sekarang yang menang (lelang) itu B dan yang menggagalkan itu yang C," kata Sandiaga.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Megapolitan
17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Megapolitan
Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Megapolitan
Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Megapolitan
Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Megapolitan
Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Megapolitan
ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

Megapolitan
BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

Megapolitan
Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Megapolitan
KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

Megapolitan
Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X