Volume Sampah di Monas Hingga 15 Truk Usai Acara 'Untukmu Indonesia'

Kompas.com - 30/04/2018, 20:33 WIB
Pengunjung melntas di antara sampah yang masih berserakan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (29/4/2018). Sampah yang berserakan merupakan sisa dari acara pembagian sembako yang berlangsung pada Sabtu (28/4/2018) di lokasi tersebut. MAULANA MAHARDHIKAPengunjung melntas di antara sampah yang masih berserakan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (29/4/2018). Sampah yang berserakan merupakan sisa dari acara pembagian sembako yang berlangsung pada Sabtu (28/4/2018) di lokasi tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Acara 'Untukmu Indonesia" yang digelar di kawasan Monumen Nasional ( Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2018), menyisakan sampah dalam jumlah besar.

Kepala Seksi Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Risart Seristian mengatakan, sampahnya setara dengan 15 truk sampah besar.

"Sampahnya 55 sampai 73 ton, atau 10 sampai dengan 15 truk besar," ujar Risart, ketika dihubungi, Senin (30/4/2018).

Saat ini, kawasan Monas sudah kembali bersih dari sampah-sampah itu. Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Monas DKI Jakarta Munjirin mengatakan, pihaknya masih menginventaris kerusakan yang terjadi di Monas.

Baca juga : Pemprov DKI Tak Tahu Massa Acara Bagi Sembako di Monas Sampai 100.000

"Jadi, tadi pagi baru pembersihan, ini lagi diinventarisir kerusakannya. Mungkin besok baru ketahuan," ujar Munjirin.

Acara "Untukmu Indonesia" digelar Forum Untukmu Indonesia dan dimeriahkan sejumlah kegiatan seperti pertunjukan seni, khitanan massal, doa lintas agama, dan pembagian sembako.

Saat berlangsung, acara tersebut menyebabkan kawasan Monas dan sekitarnya macet, kotor, dan semrawut.

Baca juga : Pemprov DKI: Panitia Untukmu Indonesia Tak Mengindahkan Peringatan Bagi-bagi Sembako di Monas

Sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, trotoar dijadikan parkir motor.

Puluhan bus, angkot, dan mobil pribadi memakan dua lajur di Tugu Tani, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan MH Thamrin arah Sudirman.

Baca juga : Macet, Kotor, dan Semrawut Akibat Bagi-bagi Sembako di Monas

Kemacetan melanda Jakarta Pusat mulai dari Jalan Kramat Raya, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Kwitang Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Ir H Juanda, hingga Jalan Kebon Sirih.

Sampah bungkus makanan dan botol berserakan di trotoar, tanaman, dan jalanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X