Sandiaga Sebut Ada Mobilisasi Massa di Acara "Untukmu Indonesia"

Kompas.com - 30/04/2018, 23:00 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (30/4/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (30/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, massa yang mengikuti kegiatan " Untukmu Indonesia" di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (28/4/2018) mencapai 350.000 orang.

"Jam 11 siang sudah lebih dari 100.000 orang yang melalui checker di Monas. Pada akhirnya Monas dikunjungi lebih dari 350.000 orang," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4/2018).

Menurut Sandiaga, massa dikerahkan dari berbagai penjuru Jabodetabek, bahkan hingga Jawa Tengah.

Baca juga: Sandiaga Sebut Dua Anak Tewas akibat Bagi-bagi Sembako di Monas

"Mobilisasi massanya dari luar Jakarta banyak sekali," katanya. 

Izin acara "Untukmu Indonesia" untuk kegiatan budaya.

Namun, belakangan panitia mengadakan acara pembagian sembako.

Baca juga: Sandiaga Bilang Panitia Untukmu Indonesia Tidak Izin Langsung Kepadanya

Para warga mengantre sembako dalam acara Untukmu Indonesia di Lapangan Monas, Minggu (28/4/2018).KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Para warga mengantre sembako dalam acara Untukmu Indonesia di Lapangan Monas, Minggu (28/4/2018).
Bagi-bagi sembako yang tidak tertib ini, kata Sandiaga, mengakibatkan dua bocah asal Pademangan, Jakarta Utara, meninggal dunia. Di area Monas sampahnya mencapai 70 ton.

Pada Sabtu itu, kawasan Jakarta pusat kotor dan macet parah.

Sandiaga mengaku telah bertemu Forum Untukmu Indonesia selaku panitia acara. Mereka akan dikenakan sanksi. 

Baca juga : Sandiaga Bilang Panitia Untukmu Indonesia Tidak Izin Langsung Kepadanya

"Tentunya kami harus pastikan dulu dan kami tunggu laporan lengkap dari aparat yang berwenang," ujarnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Megapolitan
Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Megapolitan
Bobol Minimarket di Palmerah, Pencuri Gondol Rokok, Kosmetik, dan Uang

Bobol Minimarket di Palmerah, Pencuri Gondol Rokok, Kosmetik, dan Uang

Megapolitan
Warga Bekasi di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Shalat Jumat di Masjid Mulai Jumat Pekan Depan

Warga Bekasi di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Shalat Jumat di Masjid Mulai Jumat Pekan Depan

Megapolitan
7 Penganiaya Warga Depok yang Ronda Ditangkap, Sempat Berpindah-pindah Kota

7 Penganiaya Warga Depok yang Ronda Ditangkap, Sempat Berpindah-pindah Kota

Megapolitan
Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di Tanah Kusir, Diduga karena Sopir Mabuk

Kecelakaan Beruntun di Tanah Kusir, Diduga karena Sopir Mabuk

Megapolitan
Sopir Banting Setir Hindari Motor yang Rem Mendadak, Mobil Terperosok ke Kali

Sopir Banting Setir Hindari Motor yang Rem Mendadak, Mobil Terperosok ke Kali

Megapolitan
Tumpukan Sampah di Jalan Ciledug Kota Tangerang, Camat: Petugas Telat Angkut

Tumpukan Sampah di Jalan Ciledug Kota Tangerang, Camat: Petugas Telat Angkut

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 4 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Usai Lebaran

UPDATE 26 Mei: Bertambah 4 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Usai Lebaran

Megapolitan
Sambut New Normal, Wali Kota Bekasi Izinkan Restoran Beroperasi Mulai Selasa Ini

Sambut New Normal, Wali Kota Bekasi Izinkan Restoran Beroperasi Mulai Selasa Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X