Sandiaga Sebut TGUPP Dievaluasi Sebulan Sekali

Kompas.com - 05/05/2018, 06:40 WIB
Sandiaga Uno pastikan stok pangan Lebaran aman tanpa kenaikan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (4/5/2018) Stanly RavelSandiaga Uno pastikan stok pangan Lebaran aman tanpa kenaikan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (4/5/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, setiap bulan melakukan evaluasi terhadap kinerja tim gubernur untuk percepatan pembangunan ( TGUPP).

Adapun evaluasi tersebut berbentuk laporan perkembangan rancangan kebijakan pembangunan Jakarta yang setiap bulan wajib disampaikan kepada Sandi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kalau TGUPP ke Pak Gubernur tentunya dan saya. Selalu kami beri masukan (ketika evaluasi) tersebut. Per satu bulan sekali mereka memberikan report," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Baca juga : Ketua Fraksi Nasdem Sebut Tidak Kenal Satu Pun Anggota TGUPP

Sandi mengatakan, pihaknya menetapkan sejumlah indikator untuk mengukur kinerja TGUPP.

Misalnya, seberapa cepat tim tersebut menganalisis data-data yang nantinya akan digunakan untuk membuat kebijakan.

Indikator lainnya, seberapa cepat rancangan kebijakan pembangunan tersebut selesai dari target yang telah ditetapkan.

Baca juga : Ketua Fraksi Nasdem DKI: Warga Enggak Kenal TGUPP Siapa...

Sandi menilai, evaluasi wajib dilakukan untuk mengukur kinerja TGUPP.

"Harus mereka dievaluasi, enggak boleh enggak dievaluasi. Wagubnya juga harus dievaluasi. Semua harus dievaluasi, semua yang ada di sini harus dievaluasi. Ya kan kita kan ada pertanggungjawaban publik, harus ada evalusi," ujar Sandi.
.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

Megapolitan
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Megapolitan
Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X