Inisiator #2019GantiPresiden Minta Maaf atas Kasus Intimidasi di CFD

Kompas.com - 06/05/2018, 12:47 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (19/8/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAAnggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (19/8/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera meminta maaf atas terjadinya intimidasi di area hari bebas kendaraan bermotor atau car free day ( CFD) Jakarta pekan lalu.

Seperti diketahui, sekelompok orang berkaus #2019GantiPresiden melakukan intimidasi kepada beberapa orang yang mengenakan baju putih bertuliskan #DiaSibukKerja di CFD.

"Kejadian (minggu) kemarin menjadi pelajaran bagi kami bersama, kemarin kami tidak terlibat (dalam acara tersebut)," ujarnya usai acara Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden di sisi selatan kawasan Monas, Jakarta, Minggu (6/5/2018).

"Tetapi itu (kelompok tersebut) mungkin bagian dari relawan kami. Kami mohon maaf," sambung pria yang juga Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Baca juga : Diperiksa Polisi, Ibu Berkaus #DiaSibukKerja di CFD Bawa Saksi Mata

Mardani mengatakan, gerakan #2019GantiPresiden tak keberatan bila gerakan yang ingin Presiden Jokowi dua periode menggelar aksi bersebelahan dengan masa #2019GantiPresiden.

Menurut dia, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berkumpul dan berserikat serta berpendapat di muka umum. Hal ini sudah dijamin di dalam konsitusi Undang-Undang Dasar 1945.

"Kita bersaudara, semua punya hak seperti kami juga. Karena itu kami tidak punya masalah," kata Mardani.

Pada Senin lalu, Susi Ferawati, seorang wanita yang diduga mengalami persekusi di area car free day (CFD) melaporkan dugaan persekusi oleh sejumlah orang berkaus #2019GantiPresiden yang dialaminya ke Mapolda Metro Jaya.

Baca juga : Inisiator Sesalkan Ada Kegiatan Politik di CFD Sudirman-Thamrin

"Saya membuat dua laporan. Laporan pertama di Ditreskrimum mengenai perlindungan anak dan perbuatan tidak menyenangkan disertai pengeroyokan, dan laporan kedua di Ditreskrimsus mengenai ancaman di media sosial," kata Susi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/4/2018).

Kasus ancaman terhadap Susi melalui media sosial telah diterima polisi dengan nomor LP/2376/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Susi mengatakan, seorang bernama Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter @NetizenTofa, telah melontarkan pernyataan provokatif kepadanya. Dia telah melaporkan akun tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Tes Kejiwaan

Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Tes Kejiwaan

Megapolitan
Sembuh dari Covid-19, Ini Tips dari Wali Kota Jakbar untuk Pasien Positif

Sembuh dari Covid-19, Ini Tips dari Wali Kota Jakbar untuk Pasien Positif

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19, Terpapar karena Menyepelekan...

Cerita Penyintas Covid-19, Terpapar karena Menyepelekan...

Megapolitan
Pria Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Depok

Pria Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Depok

Megapolitan
Graha Wisata TMII Siap Tampung 102 Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi

Graha Wisata TMII Siap Tampung 102 Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi

Megapolitan
Seorang Pengendara Diserang Sekelompok Orang Pakai Pecahan Botol di Ciputat

Seorang Pengendara Diserang Sekelompok Orang Pakai Pecahan Botol di Ciputat

Megapolitan
Pemkot Jakbar Keruk Lumpur yang Sebabkan Banjir Tiap Hujan Deras

Pemkot Jakbar Keruk Lumpur yang Sebabkan Banjir Tiap Hujan Deras

Megapolitan
Sosialisasi Masker, Polisi dan Satpol PP Patroli Keliling Wilayah Padat Penduduk di Kuningan Barat

Sosialisasi Masker, Polisi dan Satpol PP Patroli Keliling Wilayah Padat Penduduk di Kuningan Barat

Megapolitan
Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

Megapolitan
Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

Megapolitan
Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Megapolitan
Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Megapolitan
Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X