Kompas.com - 08/05/2018, 23:55 WIB
Ilustrasi pencurian sepeda motor. KOMPAS.com / ABDUL HAQIlustrasi pencurian sepeda motor.

BEKASI, KOMPAS.com - Tiga orang pelaku komplotan pencurian sepeda motor yang ditangkap petugas kepolisian Metro Bekasi Minggu (6/5/2018) ternyata juga membobol sebuah minimarket.

Pelaku B (30), FLL (17) dan SMM (22) membobol sebuah minimarket di Jalan Telaga Asih, Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/5/2018).

"Pelaku menjebol plafon menggunakan linggis, lalu masuk dan mengambil barang-barang seperti rokok, alat-alat kosmetik, susu, serta mengacak-ngacak seisi toko," ucap Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara dalam keterangannya Selasa (8/5/2018).

Keesokannya sekitar pukul 06.00 WIB, salah satu karyawan toko berinisial mendapati pintu toko sudah rusak dan kondisi toko sudah berantakan. Setelah itu pihak pemilik toko melaporkan kasus pembobolan tersebut ke Polsek Cikarang Barat.

Candra mengungkapkan, pihak kepolisian lalu melihat para pelaku beraksi melalui rekaman CCTV. Polisi lalu mempelajari rekaman tersebut dan berhasil mendapatkan identitas ketiga pelaku.

Bersamaan dengan penyelidikan pembobolan minimarket, Polsek Cikarang Barat juga mendapatkan laporan pencurian sepeda motor di Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat. Setelah dicocokkan dengan keterangan saksi-saksi para pelaku memiliki ciri-ciri yang sama.

"Dari situ kita berhasil meringkus ketiga pelaku di rumah kontrakan di daerah Cibitung, pada Minggu malam," ucap Candra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaku berinisial B diketahui merupakan seorang residivis kasus pencurian sepeda motor dan menjadi otak dibalik aksi komplotan ini. Ia mengajak kedua rekannya SMM dan FLL lantaran tidak memiliki pekerjaan.

Sambil mencuri motor, kelompok ini menyasar minimarket dan mengambil barang-barang untuk kemudian bisa dijual kembali.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal tujuh tajun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.