Ganjil-Genap Akan Diterapkan di Sejumlah Ruas Jalan Saat Asian Games

Kompas.com - 09/05/2018, 19:00 WIB
Grab Indonesia menyelenggarakan sosialisasi aturan ganjil genap untuk pengemudi angkutan sewa khusus di Cyber 2 Tower, Kuningan, pada Rabu (9/5/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DGrab Indonesia menyelenggarakan sosialisasi aturan ganjil genap untuk pengemudi angkutan sewa khusus di Cyber 2 Tower, Kuningan, pada Rabu (9/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem ganjil-genap akan diterapkan di sejumlah ruas jalan di Jakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. 

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, sistem ganjil-genap diterapkan untuk melancarkan arus lalu lintas dari Wisma Atlet ke sejumlah venue pertandingan.

"Persiapan-persiapan ini kami lanjutkan tidak hanya di jalan tol, tetapi juga ruas-ruas jalan yang non-tol karena ruas-ruas jalan tersebut yang akan digunakan atlet dari penginapan sampai tempat pertandingan atau venue," kata Bambang di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).

Baca juga: Wacana, Taksi Online yang Patuhi PM 108 Bebas Aturan Ganjil-Genap


Menurut rencana, ganjil-genap akan diterapkan di tol dalam kota, Kemayoran, Jalan MT Haryono, dan Jalan Gatot Subroto. 

Bambang mengatakan, waktu tempuh Wisma Atlet dan venue tidak boleh melebihi 30 menit supaya tidak mengganggu jadwal pertandingan.

Selain ganjil genap, kata Bambang, BPTJ juga berencana melakukan sistem buka tutup di sejumlah gerbang tol.

Baca juga: Grab Sosialisasikan Aturan Ganjil-Genap ke Pengemudi

"Masing-masing ruas sudah kami tetapkan, tetapi kami masih exercise ruas mana saja yang ganjil-genap sistemnya, mana yang sifatnya penutupan tol," ujarnya. 

Asian Games 2018 akan digelar di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus 2018 mendatang. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X