Pendi Lebih Banyak Diam Usai Bunuh Istri dan Dua Anaknya di Tangerang

Kompas.com - 10/05/2018, 00:21 WIB
Terdakwa Muhtar Effendi alias Pendi (60) menjalani sidang perdana kasus pembunuhan istri dan kedua anak tirinya di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (9/5/2018). RIMA WAHYUNINGRUMTerdakwa Muhtar Effendi alias Pendi (60) menjalani sidang perdana kasus pembunuhan istri dan kedua anak tirinya di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (9/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahtiar, kuasa hukum Muhtar Effendi alias Pendi (60) menyebutkan kondisi psikologi kliennya sempat menurun usai membunuh istri dan kedua anaknya.

"Psikologisnya (Pendi) sejauh ini kami lihat enggak apa-apa. Hanya saja pada saat pemeriksaan pertama dia nge-drop. Saya tanya-tanya dia cuma geleng-geleng enggak jawab. Kebanyakan diam," kata Bahtiar di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (9/5/2018).

Pendi membunuh istrinya, Emah (40) serta kedua anak tirinya, Tiara (11) dan Nova (21) setelah berseteru tentang cicilan mobil yang belum dibayar. 

Saat pertengkaran itu, Emak meninju wajah Pendi. Pendi yang kesal kemudian menusuk Emah dan kedua anaknya saat sedang tidur.

Aksinya dilakukan pada malam hari Senin (12/2/2018) di Perumahan Taman Kota Permai 2, Priuk, Tangerang.

Bahtiar mengatakan kondisi berbeda terlihat saat pemeriksaan kedua. Pendi mulai bisa diajak bicara dan menjawab pertanyaan. Seperti kisah rumah tangga terdahulu sebelum menikahi Emah.

"Saat (pemeriksaan) yang kedua. Dia bilang 'saya pernah berkeluarga sebelumnya'. Ada di Tangerang juga (mantan istrinya)," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu pun Pendi sempat menanyakan kepada penyidik soal pemakaman istri dan kedua anak tirinya yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, Pendi telah menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu di Pengadilan Negeri Tangerang. Sidang selanjutnya akan digelar pada Senin (14/5/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rapat Kerja Memanas, Anggota DPRD DKI Sebut Direksi Transjakarta Tonton Tari Perut dan Sentil Dirut

Rapat Kerja Memanas, Anggota DPRD DKI Sebut Direksi Transjakarta Tonton Tari Perut dan Sentil Dirut

Megapolitan
Dompet Sering Kering gara-gara Harga Minyak Goreng Naik

Dompet Sering Kering gara-gara Harga Minyak Goreng Naik

Megapolitan
Sumur Resapan di Cilandak Disebut Bikin Jalan Tidak Lagi Rata seperti Dulu

Sumur Resapan di Cilandak Disebut Bikin Jalan Tidak Lagi Rata seperti Dulu

Megapolitan
Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Sopir: Kalau Kami Salah, Silakan Ditindak, tapi Perlu Bukti

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Sopir: Kalau Kami Salah, Silakan Ditindak, tapi Perlu Bukti

Megapolitan
Polisi Sebut Pembeli 3 Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Bukan Komplotan Mafia

Polisi Sebut Pembeli 3 Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Bukan Komplotan Mafia

Megapolitan
Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah di Jakbar Surati Kapolda Metro Jaya

Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah di Jakbar Surati Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Rekomendasi Komisi B DPRD DKI, Harus Ada Reorganisasi Manajemen Transjakarta

Rekomendasi Komisi B DPRD DKI, Harus Ada Reorganisasi Manajemen Transjakarta

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Lansia dan Penderita Komorbid pada 11-12 Desember

Pemkot Bekasi Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Lansia dan Penderita Komorbid pada 11-12 Desember

Megapolitan
359 ASN di Pemkot Tangerang Ikut Tes Urine, Ini Hasilnya

359 ASN di Pemkot Tangerang Ikut Tes Urine, Ini Hasilnya

Megapolitan
Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tak Kunjung Turun di Pasar Anyar

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tak Kunjung Turun di Pasar Anyar

Megapolitan
Antisipasi Keributan, 1.913 Atribut Ormas di Jaksel Dicopot

Antisipasi Keributan, 1.913 Atribut Ormas di Jaksel Dicopot

Megapolitan
Pembuat Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim: Perbuatannya Meresahkan

Pembuat Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim: Perbuatannya Meresahkan

Megapolitan
Polisi Akan Tetapkan Status Ipda OS pada Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Akan Tetapkan Status Ipda OS pada Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Nonton Tari Perut Saat Ketemu Operator, Dirut Langsung Interupsi

Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Nonton Tari Perut Saat Ketemu Operator, Dirut Langsung Interupsi

Megapolitan
“Bongkar Pasang” Dirut Transjakarta Beberapa Tahun Terakhir, Ada yang Terjerat Kasus Pemerasan

“Bongkar Pasang” Dirut Transjakarta Beberapa Tahun Terakhir, Ada yang Terjerat Kasus Pemerasan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.