Sidang Tuntutan Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Ditunda

Kompas.com - 11/05/2018, 11:51 WIB
Sidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa Aman Abdurrahman yang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jumat (11/5/2018), ditunda hingga Jumat (18/5/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBASidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa Aman Abdurrahman yang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jumat (11/5/2018), ditunda hingga Jumat (18/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa Aman Abdurrahman yang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jumat (11/5/2018) ditunda hingga Jumat (18/5/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) persidangan kasus Aman, Anita, mengatakan bahwa pembacaan tuntutan ditunda karena terdapat kendala teknis untuk menghadirkan Aman ke persidangan. Selain itu, JPU juga belum menyiapkan tuntutan tersebut.

"Mohon izin Yang Mulia karena ada kendala teknis kami tidak bisa menghadirkan terdakwa. Kami juga belum bisa mengajukan tuntutan, mohon waktu untuk bisa ditunda persidangan," ujar Anita di PN Jakarta Selatan, Jumat pagi.

Baca juga : Sidang Pembacaan Tuntutan Aman Abdurrahman Tetap Dijadwalkan Hari Ini

Hakim Ketua Akhmat Zaini sempat menegur JPU. Zaini mengatakan, harusnya JPU memperhitungkan kendala seperti libur panjang serta masa penahanan Aman yang sebentar lagi akan habis.

Akhirnya, majelis hakim akhirnya memutuskan penundaan sidang Aman hingga Jumat pekan depan.

"Ini mungkin sudah sering kali, ini waktu berjalan apalagi kendalanya nanti itu libur panjang itu. Kalau bisa minggu depan sudah tuntutan, minggu depannya pembelaan, selesai. Kendala kita liburan, penahanan kan harus diperhitungkan juga," ujar Zaini.

Saat dikonfirmasi usai persidangan, JPU enggan menjelaskan kendala teknis yang dimaksud.

Aman didakwa sebagai dalang teror bom Thamrin dan sejumlah aksi teror yang terjadi di Indonesia.

Baca juga : Kuasa Hukum Sebut Ada Penyidik Aman Abdurrahman yang Gugur di Mako Brimob

Polisi menyebut kericuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa, dikarenakan insiden makanan.

Namun, polisi tidak membantah bahwa para terpidana yang berada di dalam rutan meminta agar bertemu dengan Aman saat melakukan penyanderaan terhadap polisi.

Penasihat hukum Aman Abdurrahman, Asrudin Hatjani, mengatakan kliennya ditempatkan dalam sel tahanan yang berbeda dengan tahanan lain yang melakukan kericuhan di Rutan Mako Brimob.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 8 Pemuda yang Kerap Tawuran di Tambora, 2 Positif Narkoba

Polisi Tangkap 8 Pemuda yang Kerap Tawuran di Tambora, 2 Positif Narkoba

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengedar Sabu 2,8 Gram di Tambora

Polisi Tangkap Pengedar Sabu 2,8 Gram di Tambora

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembuat Akun Facebook Palsu yang Catut Foto Selebgram Alodya Desi

Polisi Tangkap Pembuat Akun Facebook Palsu yang Catut Foto Selebgram Alodya Desi

Megapolitan
Tak Perlu Keluar Rumah, Warga DKI Kini Bisa Belanja di Pasar Secara jarak Jauh

Tak Perlu Keluar Rumah, Warga DKI Kini Bisa Belanja di Pasar Secara jarak Jauh

Megapolitan
Jemaah Masjid Jami Urung Pulang ke Medan karena Jalani Masa Isolasi

Jemaah Masjid Jami Urung Pulang ke Medan karena Jalani Masa Isolasi

Megapolitan
Lakukan Rapid Test, 18 Orang di Kota Tangerang Dinyatakan Positif Covid-19

Lakukan Rapid Test, 18 Orang di Kota Tangerang Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Penumpang MRT Jakarta Turun hingga 8.325 akibat Corona, Biasanya 100.000

Penumpang MRT Jakarta Turun hingga 8.325 akibat Corona, Biasanya 100.000

Megapolitan
Pemkot Batasi Transportasi Umum ke Bekasi, Damri Tak Lagi Beroperasional

Pemkot Batasi Transportasi Umum ke Bekasi, Damri Tak Lagi Beroperasional

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Tangsel : 34 Positif, 6 Orang Meninggal, dan 2 Sembuh

[UPDATE] Covid-19 di Tangsel : 34 Positif, 6 Orang Meninggal, dan 2 Sembuh

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Pramuka Tutup Dua Hari

Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Pramuka Tutup Dua Hari

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pakai Drone untuk Semprotkan Disinfektan ke Jalan Protokol dan Stadion

Pemkot Bekasi Pakai Drone untuk Semprotkan Disinfektan ke Jalan Protokol dan Stadion

Megapolitan
Pilkada 2020 Ditunda, KPU Depok Klaim Sudah Siap 100 Persen Gelar Pemungutan Suara

Pilkada 2020 Ditunda, KPU Depok Klaim Sudah Siap 100 Persen Gelar Pemungutan Suara

Megapolitan
Kecelakaan Dalam Tol di Tanjung Duren, Satu Mobil Terbakar

Kecelakaan Dalam Tol di Tanjung Duren, Satu Mobil Terbakar

Megapolitan
Anies Jamin Stok Pangan Jakarta Aman hingga 2 Bulan ke Depan

Anies Jamin Stok Pangan Jakarta Aman hingga 2 Bulan ke Depan

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bagikan Masker Secara Grstis kepada Warga

Pemprov DKI Akan Bagikan Masker Secara Grstis kepada Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X