Sandiaga Minta PKL Tanah Abang "Mobile" Selama Ramadhan, Apa Maksudnya?

Kompas.com - 12/05/2018, 11:55 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di hari ulang tahun ke-56 Resimen Mahasiswa Jakayakarta di Lapangan IRTI Monas, Sabtu (12/5/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di hari ulang tahun ke-56 Resimen Mahasiswa Jakayakarta di Lapangan IRTI Monas, Sabtu (12/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya akan menata pedagang kaki lima ( PKL) Tanah Abang selama bulan Ramadhan.

Kata Sandiaga, para PKL akan diminta mobile.

"Saya tugaskan Dinas UMKM dan Wali Kota terus melakukan penataan secara dinamis, bukan bersifat statis. Mereka nanti kami arahkan agar tidak boleh menempati, kemudahan bagi para pengguna jalan, tentunya pedestrian bisa terus mobilisasi di wilayah Tanah Abang," kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2018).

Baca juga: Sandiaga: Penataan Tanah Abang Hanya Puaskan 1 Persen Warga Jakarta

Sandiaga menjelaskan, penataan bukan dengan menggusur atau menyediakan tempat baru untuk para PKL.

Menurut Sandiaga, para pedagang harus dinamis berjualan.

Meski demikian, ia tidak menjelaskan maksudnya tersebut.

Baca juga: Peliknya Penataan Tanah Abang di Tangan Anies-Sandi

"Semua dinamis, ada pendekatan tertentu bukan seperti sekarang ini yang dilihat yang statis itu. Mereka harus mobile, nah, itu nanti mereka akan kami perkenalkan," ujar Sandiaga.

Memasuki Ramadhan, PKL diperkirakan bakal menjamur di Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Mereka menjual berbagai produk pangan, kurma, hingga pakaian muslim.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X