Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan - Kompas.com

Terlalu Rendah, Pajak Penerangan Jalan DKI Akan Dinaikkan

Kompas.com - 14/05/2018, 20:01 WIB
Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta dan DPRD tengah membahas revisi Perda Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan. Dalam perda itu, DKI berencana merevisi besaran pajak yang selama ini dianggap terlalu rendah.

"UU Nomor 28/2009 menyampaikan setinggi-tingginya tarif pajak penerangan jalan 10 persen. DKI hanya 2,4 persen, Bekasi sudah 6 persen, Depok, Bogor 6 persen, Ambon sudah 10 persen," kata Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri di DPRD, Senin (14/5/2018).

Edi mengatakan, sudah 10 tahun besaran pajak tak dinaikkan. Menurutnya, kenaikan ini adalah langkah penyesuaian terhadap kantong pendapatan lain.

Baca juga: Kenaikan Pajak Parkir Ditargetkan Naikkan Pendapatan DKI Rp 58 Miliar

Warga DKI diminta tak perlu khawatir dengan kenaikan ini. Sebab dampaknya hanya akan dirasakan kelompok menengah ke atas.

Masyarakat dengan daya 450 VA dan 900 VA tetap dipungut 2,5 persen dari tagihannya sebagai pajak penerangan jalan.

"Nanti dari yang 2.200 VA sampai 3.500 VA naik menjadi 3,5 persen. Setinggi-tingginya hanya 5 persen," ujar Edi.

Dengan kenaikan ini, penerimaan DKI dari penerangan jalan bakal bertambah signifikan.

"Naik jadi Rp 1,150 triliun. Dari tahun lalu Rp 750 miliar," kata Edi.


Komentar

Terkini Lainnya

Nasib Malang Pengemudi KIA: Mogok, Ditabrak Fortuner, dan Mobilnya Terbakar

Nasib Malang Pengemudi KIA: Mogok, Ditabrak Fortuner, dan Mobilnya Terbakar

Regional
Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Vietnam

Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Vietnam

Nasional
Kisah Pilu Orangtua yang Terpaksa Pulangkan Balitanya yang Masih Dirawat karena Tak Punya Biaya Berobat

Kisah Pilu Orangtua yang Terpaksa Pulangkan Balitanya yang Masih Dirawat karena Tak Punya Biaya Berobat

Regional
Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Kisah Mat Kanon, Penari Kepercayaan Bung Karno

Kisah Mat Kanon, Penari Kepercayaan Bung Karno

Regional
Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Internasional
Dedi Mulyadi Siap Pimpin Demo bersama Honorer di Jakarta

Dedi Mulyadi Siap Pimpin Demo bersama Honorer di Jakarta

Regional
Sempat Dicoret, 3 Caleg Eks Koruptor di Jateng Akhirnya Masuk DCT

Sempat Dicoret, 3 Caleg Eks Koruptor di Jateng Akhirnya Masuk DCT

Regional
4 Fakta di Balik Pendaki Diperkosa di Gunung Singgalang, Sperma di Celana Dalam hingga Pengakuan Pelaku

4 Fakta di Balik Pendaki Diperkosa di Gunung Singgalang, Sperma di Celana Dalam hingga Pengakuan Pelaku

Regional
Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Spanyol Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka

Internasional
Khofifah, Emil, Kiai Asep, dan Dahlan Iskan Batal Masuk Timses Jokowi

Khofifah, Emil, Kiai Asep, dan Dahlan Iskan Batal Masuk Timses Jokowi

Regional
Rahmat Effendi Bersyukur Ridwan Kamil akan Tata Kalimalang

Rahmat Effendi Bersyukur Ridwan Kamil akan Tata Kalimalang

Megapolitan
Protes Pencemaran, Warga Tumpahkan 1 Kontainer Limbah Industri Kulit ke Jalan

Protes Pencemaran, Warga Tumpahkan 1 Kontainer Limbah Industri Kulit ke Jalan

Regional
Harga Mobil Land Rover yang Ditumpangi Jokowi-Ma'ruf Disebut Bakal Tinggi jika Dijual

Harga Mobil Land Rover yang Ditumpangi Jokowi-Ma'ruf Disebut Bakal Tinggi jika Dijual

Megapolitan
Bersama Rombongan Demokrat, Ibas dan Aliya Nikmati Jamuan Khas Gayo

Bersama Rombongan Demokrat, Ibas dan Aliya Nikmati Jamuan Khas Gayo

Regional
Close Ads X