Sandiaga Sebut Proyek MRT Sumbang 7.500 Lapangan Pekerjaan

Kompas.com - 14/05/2018, 21:22 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (14/5/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (14/5/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, proyek mass rapid transit (MRT) secara keseluruhan membuka banyak lapangan pekerjaan. Jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia bisa mencapai 7.500.

"Harapan kita hari ini bisa menyumbangkan 7.500 direct and indirect lapangan pekerjaan. Bukan hanya yang berdampak langsung dari pengerjaan konstruksi dan pengerjaan support MRT," ujar Sandiaga di Hotel Pullman, Jalan Sudirman, Senin (14/5/2018).

Hal ini dia sampaikan usai menutup Focus Group Discussion (FGD) tentang pemutakhiran Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2014-2030 dan Rencana Jangka Menengah Perusahaan (RJMP) 2018-2023 PT MRT Jakarta.

Baca juga: Sandiaga: Progres Fisik Proyek MRT Sudah 95 Persen

Tidak hanya memberi lapangan pekerjaan, Sandiaga juga berharap adanya MRT di Jakarta bisa mengurangi biaya transportasi masyarakat. Biaya transportasi yang selama ini mencapai 30 persen penghasilan masyarakat bisa menurun menjadi 15 persen.

Sandiaga juga melakukan kajian atas proyek MRT ini. Dia mengatakan, pengerjaan proyek MRT fase satu sendiri sudah sesuai jadwal.

Dia berharap MRT juga bisa beroperasi sesuai target yang ditentukan yaitu Maret 2019. Sementara itu, penyediaan pendanaan untuk MRT fase 2 juga telah selesai.

"Sehingga bisa mulai kontruksi di akhir tahun," ujar Sandiaga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

Megapolitan
7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

Megapolitan
Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Megapolitan
Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Megapolitan
Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Megapolitan
Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Megapolitan
Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Megapolitan
[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

Megapolitan
Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Megapolitan
Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Megapolitan
Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Megapolitan
Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Megapolitan
7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

Megapolitan
Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Megapolitan
Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X