Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal, BPOM Minta Konsumen Lebih Hati-hati - Kompas.com

Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal, BPOM Minta Konsumen Lebih Hati-hati

Kompas.com - 16/05/2018, 06:15 WIB
BPOM mengungkap pabrik rumahan kosmetik ilegal di kawasan Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (15/5/2018).RIMA WAHYUNINGRUM BPOM mengungkap pabrik rumahan kosmetik ilegal di kawasan Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) Penny K Lukito menimbau konsumen tidak sembarangan membeli produk kosmetik

"Pertama, beli di tempat retailer yang resmi. Kalau (produk) mencurigakan, bisa dijajakan di pinggir jalan, itu harus hati-hati. (Kedua) harus diperhatikan, jangan membeli hanya berdasarkan harga," kata Penny di Tambora, Jakarta Barat, Selasa (15/5/2018).

BPOM baru saja menggerebek sebuah pabrik rumahan kosmetik ilegal yang terletak di Jalan Pengukiran IV, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat, 11 Mei 2018. 

Baca juga: Ditemukan Pabrik Kosmetik Ilegal di Tambora, Pemilik dan Pegawai Diperiksa


Pabrik tersebut memproduksi dan mendistribusikan produk kosmetik ke seluruh Indonesia selama 6 bulan.

"Ini himbauan untuk masyarakat juga. Kalau tidak ada demand, tidak ada yang membeli, tentunya produk-produk seperti ini juga tidak akan beredar," kata Penny.

Ia berharap agar konsumen kosmetik bisa mengecek situs https://cekbpom.pom.go.id dengan memasukkan nama produk dan 11 digit nomor registrasi.

Baca juga: Pabrik Kosmetik Ilegal Beromzet Rp 15 Miliar di Tambora Digerebek

"Masyarakat harus menyadari, lebih paham, dan teredukasi bahwa produk yang kita beli harus punya izin edar. Jadi cek KLIK, cek Kemasan, label, izin edar, dan kadaluwarsa. Mesti hati-hati ya," katanya.


Terkini Lainnya

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Megapolitan
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Megapolitan
KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

Nasional
Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Nasional
SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

Nasional
Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Megapolitan
KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional
Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Regional
PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

Megapolitan

Close Ads X