Menengok Lapangan Hek, Aset yang Diperjuangkan Lurah Kramat Jati - Kompas.com

Menengok Lapangan Hek, Aset yang Diperjuangkan Lurah Kramat Jati

Kompas.com - 16/05/2018, 20:16 WIB
Lapangan Hek yang diperjuangkan Lurah Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2018)STANLY RAVEL Lapangan Hek yang diperjuangkan Lurah Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengapresiasi Lurah Kramat Jati Husin Abdullah karena dianggap telah menyelamatkan aset pemprov di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur. 

Asetnya adalah Lapangan Hek seluas 7.200 meter persegi. 

Berdasarkan pantauan Kompas.com, lapangan tersebut cukup luas dan lapang.

Namun, dari luar tidak begitu mencolok lantaran tertutup tembok tinggi.


Baca juga: Cerita Lurah Kramatjati yang Dipuji Anies karena Selamatkan Aset DKI Rp 110 Miliar...

Saat masuk ke lokasi, ada plang yang menjelaskan kepemilikan lahan lengkap dengan luasnya.

"Tanah ini milik Rosana (ahli waris Wan Achmad) sertifikat HGB Nomor 04487 seluas 7.383 meter persegi. Dilarang memasuki lokasi tanpa seizin pemilik (diancam pidana penjara). Tertanda Kantor Hukum Red&White," berikut isi plang tersebut.

Lapangan itu seperti tidak terawat. Banyak rumput liar tumbuh di sana.

Beberapa sisi dijadikan area parkir warga, baik kendaraan yang masih dipakai maupun yang sudah rusak.

Pada bagian tengah lapangan, menjadi lapak anak-anak bermain bola.

Pada pintu masuk terdapat bangunan semi permanen dari papan dan ada seorang penjaga. 

Baca juga: Lurah Ini Tiba-tiba Dipanggil Anies, Dipuji karena Selamatkan Aset DKI

Sebelumnya, lahan ini menjadi sengketa karena ada seorang warga Bidaracina bernama Wan Achmad mengklaim bahwa dirinya sebagai ahli waris Lapangan Hek.

Bahkan, ia bersama ahli warisnya berhasil menang karena memegang selembar eigendom verponding dari zaman Belanda.

Namun, sejak Husin menjabat Lurah Kramat Jati pada 2015, ia mendapatkan temuan bukti baru yang membuatnya bergerak menggugat lahan tersebut agar bisa kembali ke tangan Pemprov DKI.

"Pada saat digugat di 2005 saya belum ada di sini, tetapi pada intinya saya temukan girik dari anak mantan Lurah Makasar yang tinggal di Keluruhan Kramat Jati," ucap Husin saat disambangi Kompas.com di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Usai mendapat surat tersebut, Husin meminta bantuan Biro Hukum DKI untuk mendaftarkan gugatan atas tanah tersebut.

Namun, dalam prosesnya banyak kendala yang ia hadapi, seperti ancaman preman.

"Sekarang (gugatan) sudah di Mahkamah Agung, tinggal tunggu saja hasilnya. Apabila nanti akhirnya bisa ke Pemprov DKI akan saya kembalikan ke Dinas Olahraga dan Pemuda DKI. Mudah-mudahan bisa dijadikan lahan buat olahraga warga, karena di sini memang susah cari lahan lapang," katanya.


Terkini Lainnya

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional
Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Regional
PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

Megapolitan
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi Ringkus Bandar Narkoba yang Jadikan Mobilnya Gudang Berjalan

Polisi Ringkus Bandar Narkoba yang Jadikan Mobilnya Gudang Berjalan

Megapolitan
Pejabat Rusia: Ukraina Mungkin Bisa Bubar sebagai Negara

Pejabat Rusia: Ukraina Mungkin Bisa Bubar sebagai Negara

Internasional
Pria Bersenjata 'Cutter' Panik Dipergoki Pemilik Rumah Saat Mencuri

Pria Bersenjata "Cutter" Panik Dipergoki Pemilik Rumah Saat Mencuri

Megapolitan
Jelang Debat, Ini Pesan dan Saran dari Kalla untuk Jokowi-Ma'ruf

Jelang Debat, Ini Pesan dan Saran dari Kalla untuk Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Asistennya Ditangkap Terkait Narkoba, Ivan Gunawan Bakal Diperiksa Polisi

Asistennya Ditangkap Terkait Narkoba, Ivan Gunawan Bakal Diperiksa Polisi

Megapolitan

Close Ads X