Pemprov DKI Akan Tanam Tanaman Hijau di Kali Item - Kompas.com

Pemprov DKI Akan Tanam Tanaman Hijau di Kali Item

Kompas.com - 16/05/2018, 20:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (14/5/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (14/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kali di dekat Wisma Atlet akan dipasangi rambatan tanaman.

Dengan demikian, kali tersebut bisa ditumbuhi tanaman-tanaman hijau yang membuat kali enak dilihat.

"Akan dipasang semua tanamannya sehingga nanti secara estetika akan nampak, meskipun namanya Kali Item dilihatnya warnanya hijau," ujar Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Anies Umumkan Penjualan Saham Perusahaan Bir, Izin DPRD Belum Ada


Anies meninjau kondisi Wisma Atlet tadi pagi.

Anies mengatakan, kali yang semula mengeluarkan bau tak sedap itu kini kondisinya sudah lebih baik.

Bau dari kali tidak terlalu menyengat.

Namun, warna kalinya tetap hitam sesuai dengan namanya.

Baca juga: Anies Minta RT dan RW Awasi Penghuni Kos dan Warga Pendatang

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, sudah ada rencana memperbaiki kualitas air Kali Item agar tidak hitam lagi.

Dinas Sumber Daya Air akan menambah debit air lalu memompanya.

"Tapi kali itu sudah sejak lama dinamakan Kali Item karena memang warnanya hitam. Jadi nanti kita lihat efektivitasnya seperti apa," kata Sandiaga.

Baca juga: Anies: Kali Dekat Wisma Atlet Tak Terlalu Bau tetapi Warnanya Masih Hitam

Adapun, kali yang dikeluhkan itu berada dekat dining hall atau tempat makan para atlet.

Bau menyengat dari kali harus dihilangkan agar tidak mengganggu aktivitas para atlet di dining hall.


Terkini Lainnya

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Megapolitan
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Megapolitan
KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

Nasional
Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Nasional
SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

Nasional
Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Megapolitan
KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional
Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Cari Umpan untuk Ikan, Seorang Anak Malah Temukan Granat Aktif

Regional
PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

PKL Okupasi Trotoar Depan Proyek Terminal Depok, Pejalan Kaki Takut Terserempet Motor

Megapolitan

Close Ads X